”PERPISAHAAN INI KAWAN ”
Ketika mentari datang menyinari hatiku yang gelap
Ketika rembulan membawa cahaya ke dalam hidupku yg redup
Ketika embun metenes membasahi jiwaku yg gersang
Dan ketika angin berhembus membawa kesejukan hatiku yang tandus.....
Aku terhimpit akan sebuah pemikiran.....
Sebuah kepercayaan akan keabadian....
Sebuah keyakinan pasti untuk selamanya
Bahwa hari hanya untuk selamanya
Bahwa ikatan ini pasti untuk selamnya
Aku terhenyak
Terhempas akan sebuah kenyataan
Kenyataan yang tak pernah terfikirkan
Bahwa ternyata
Senja pasti akan berakhir....
Matahari juga pasti akan tenggelam...
Dan rembulan juga akan kembali pada peraduannya....
Waktu itu telah datang....
Waktu yang akan membuat kita berjalan sendiri
Tanpa kamu yang selalu disisiki
Tanpa senyum lagi yang selalu kunikmati
Tanpa tawa dan candamu lagi yang menghiasi mimpi – mimpi ini
Dari kejauhan engkau melambaikan tangan
Menangis mengenang sejuta kenangan yang kita ukir bersama
Menangis akan datangnya sebuah waktu yang memisahkan kita
Menangis akan sebuah kisah yang akan kita tinggalkan......
Perpisahaan...........
Haruskah ada perpisahaan?????
Tidak adakah keabadian????
Tidak adakah keabadian??
Tidak adakah kebadian????
Aku menjadu bodoh......
Aku menjadi seorang yang tak percaya akan takdir?
Takdirkah ini kawan??
Saat aku kembali ketempat ini
Tak kutemui lagi senyummu menyambut kedatanganku
Takdirkah ini kawan????
Saat aku mencari
Tak kudengar lagi suaramu tuk menemani hariku
Takdirkah ini kawan???
Saat aku lelah
Tak kulihat lagi bahasa tubuhmu
Masihkah ini takdir kawan???
Kawan......
Kita punya hari yang bahagia
Yang membuat dunia hanya milik kita
Yang membuat waktu tak terasa
Kawan.....
Kita punya hari yang duka
Yang membuat hatimu terluka
Yang membuat hatiku tergores
Kawan..........
Kita punya khilaf dalam tawa canda
Meski tak membekas itu pasti ada
Kawan.............
Engkaulah mentari itu
Engkaulah cahaya itu
Engkaulah embun itu
Dan engkau jugalah angin itu.......
Mentariku, cahayaku, embunku dan kesejukanku
Pergilah............
Meski tak siap aku ikhlas.....
Kubiarkan engkau melangkah mencari kehidupan yang baru
Tapi tak kuzinkan engkau menghapusku
Dan biarkan aku melangkah mencari seseorang sepertimu
Berjanji engkau jiuga tak akan terhapus
Gapai mimpi tanpaku
Ku gapai mimpiku tanpa melupakanmu....
Kenang aku kawan........
Kenang aku yang menjadikanmu
Sosok indah hidupku.......
Sebuah kisah pasti akan berakhir
Dan akhir itu adalah awal kehidupan yang
Engaku berucap sambil terus melangkah menjauh..........
”kawanku
Cintamu telah menyatukan kita
Kasihmu telah mendamaikan jiwa kita
Izinkan aku menyimpan namamu dihatiku
Izinkan aku mengenangmu
Selamanya..........
Medan, 05 oktober 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar