LAPORAN HASIL KUNJUNGAN LAPANGAN INDUSTRI KECIL “ ROTI BINTANG JAYA” DI RANTAUPRAPAT
Disusun Oleh :
NAMA : DESMINTA PRIA HRP
NIM : O9 03 003
JURUSAN : III TPL
KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN RI
PENDIDIKAN TEKNOLOGI KIMIA INDUSTRI
MEDAN
2011
LAPORAN HASIL KUNJUNGAN LAPANGAN INDUSTRI KECIL “ ROTI BINTANG JAYA” DI RANTAUPRAPAT
DISETUJUI OLEH :
KEPALA DINAS PERINDUSTRIAN, PEMILIK
KAB. LABUHAN BATU “ ROTI BINTANG JAYA “
Drs. BORKAT PANE, MM JULIONO
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL i
LEMBAR PENGESAHAN ii
KATA PENGANTAR iii
DAFTAR ISI iv
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Maksud dan Tujuan 2
BAB II LANDASAN TEORI 3
BAB II METODE PENULISAN 6
BAB IV METODE PRODUKSI 7
A. Alat dan Bahan 7
B. Proses Pembuatan 8
BAB V DATA PENGAMATAN 13
A. Profil Industri 13
B. Kendala Yang dihadapi 14
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 15
A. Kesimpulan 15
B. Saran 15
DAFTAR FUSTAKA 16
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan hasil kunjungan Industri Kecil menengah “ Roti Bintang Jaya “ di daerah Rantauprapat yang merupakan salah satu tugas yang ditujukan kepada seluruh Mahasiswa Tenaga Penyuluh Lapangan ( TPL ) konsentrasi minyak atsiri dan produk hilir CPO.
Dalam melaksanakan kunjungan lapangan ini samapai pada penyelesaian laporan ini, penulis tlah banyak mendapat bantuan dan bimbingan, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Drs. Borkat Pane, MM selaku Kepala Dinas perindustrian, Perdagangan dan Koperasi ,Usaha Kecil dan menengah Kabupaten Labuhanbatu.
2. Bapak ir. Irwan Rachmiadi selaku ketua jurusan Teknik Kimia Industri dan Tenaga Penyuluh Lapangan PTKI.
3. Bapak Juliono, selaku pengusaha tempat penulis melakukan kunjungan lapangan.
4. Kedua Orangtua penulis yang telah memberikan bantuan moral dan moril untuk penulis.
5. Seluruh Mahasiswa Tenaga Penyuluh lapangan ( TPL ) dan Teknik Kimia Industri (TKI), khususnya teman – teman Tenaga Penyuluh lapangan ( TPL ) 09 yang telah memberikan motivasi, semangat, perhatian dan bantuan yang tulus kepada penulis.
Mengingat keterbatasan kemampuan dan waktu yang ada, penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, seperti kata pepatah “ Tiada Gading yang Tak retak “, untuk itu penulis mengharapkan adanya kritikan, saran yang dapat membangun guna perbaikan laporan penulis selanjutnya.
Akhirnya, penulis berharap semoga karya tulis ini dapat bermanfaat dan dapat memberikan sumbangan pemikiran sehingga dapat diaplikasikan untuk kemajuan pembaca umumnya serta penulis khususnya.
Rantauprapat, Agustus 2011
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mahasiswa, sebagai barometer masa depan bangsa dengan karakternya yang kritis, analitis dan praktis memiliki peranan besar dalam menentukan intensitas perkembangan Industri kecil dan menengah (IKM), yang idealnya membutuhkan peran (campur tangan) pemerintah dalam peningkatan kemampuan bersaing. Namun, yang perlu diperhatikan adalah bahwa kemampuan di sini bukan dalam arti kemampuan untuk bersaing dengan usaha (industri) besar, lebih pada kemampuan untuk memprediksi lingkungan usaha dan kemampuan untuk mengantisipasi kondisi lingkungan tersebut. Melihat kenyataan tersebut, maka salah satu strategi untuk mendorong kinerja dan peran IKM dalam pasar bebas serta mengatasi kesenjangan yang terjadi, adalah dengan menumbuhkan usaha menengah yang kuat dalam membangun struktur industri, yang di dalamnya terdapat mahasiswa sebagai faktor pendukung utama. Dengan memperhatikan posisi strategis dan keunggulan yang dimilikinya, usaha menengah layak untuk didorong sebagai motor pengembangan IKM dalam persaingan bebas. Hal ini karena potensi mahasiswa di dalamnya yang mampu memberikan pelatihan dan sumbangan pemikiran: strategi, prediksi lingkungan dan mobilitas pasar, serta bantuan modal usaha melalui kerjasama.
Dalam hal ini peranan mahasiswa sangat diperlukan sebagai perantara studi kasus ekonomi dengan langkah yang akan diambil IKM. Peranan mahasiswa semakin jelas ketika perekonomian menghadapi era perdagangan bebas, dimana siklus produk relatif pendek dan sangat ditentukan oleh selera konsumen, mengharuskan setiap pelaku bisnis memiliki akses yang cukup terhadap pasar dan kemampuan inovasi produk, guna meningkatkan daya saingnya. Hal inilah yang merupakan titik lemah yang dimiliki oleh IKM pada umumnya. Sehingga, diharapkan dengan adanya peran serta mahasiswa baik sebagai tenaga perencana, pelatih, pelaku, ataupun pengawas dapat membuat IKM memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia baik ditinjau dari segi jumlah usaha maupun dalam penciptaan lapangan kerja. Kemajuan sistem yang telah dicapai ini apabila dikombinasikan dengan kemampuan fleksibilitas IKM dalam merespon fluktuasi permintaan pasar, dapat menjadi langkah awal untuk memasuki persaingan pasar global.
Dan untuk mengaplikasikan peranan mahasiswa tersebut, khususnya Mahasiswa Tenaga Penyuluh Lapangan Yang berkonsentrasi pada Industri Kecil dan Menengah perlulah rasanya persiapan sebelum terjun ke lapangan sebagai penyuluh Industri Kecil dan Menengah. Atas dasar inilah penulis melakukan kunjungan ke industri kecil dan menengah di Rantauprapatt sebagai Langkah untuk mempersipakan diri sebagai calon Penyuluh Industri Kecil dan Menengah.
B. Maksud dan Tujuan
1. Maksud
a. Untuk mengetahui profil Industry Roti Bintang Jaya.
b. Untuk mengetahui kendala yang sering dialami Industri Roti Bintang Jaya.
c. Untuk mengetahui gambaran perkembangan Industry makanan di Rantauprapat.
2. Tujuan
a. Sebagai langkah awal memperkenalkan industry kecil dirantauprapat,
b. Sebagai bekal untuk menjalankan tugas sebagai tenaga penyuluh lapangan di Rantauprapat nantinya.
BAB II
LANDASAN TEORI
Industri kecil menengah adalah usaha yang dijalankan oleh 1 atau 2 orang saja, atau usaha yang memiliki modal lebih kecil dari Rp. 50.000.000, disebut usaha kecil dan usaha memiliki modal lebih kecil dari Rp. 200.000.000 disebut usaha menengah. tetapi ada pula yang menyebutkan usaha yang dijalankan 50-60 orang masih tergolong usaha kecil menengah. Idustri Kecil dan Menengah (IKM) mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, oleh karena selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja juga berperan dalam pendistribusian hasil-hasil pembangunan. Dalam krisis ekonomi yang terjadi di negara kita sejak beberapa waktu yang lalu, dimana banyak usaha berskala besar yang mengalami stagnasi bahkan berhenti aktifitasnya, sector Industri Kecil dan Menengah (IKM) terbukti lebih tangguh dalam menghadapi krisis tersebut.
Jelas, pemberdayaan usaha kecil merupakan kunci bagi kelangsungan hidup sebagian rakyat Indonesia. Usaha kecil dapat digunakan sebagai pengerak utama dalam mempercepat pemulihan perekonomian Indonesia. Usaha kecil juga dapat digunakan sebagai kunci pemaju expors serta peningkatan kesejahteraan rakyat. Berhasil tidaknya usaha kecil sangat bergantung pada para wirausaha sebagai pemilik dan pengelola usaha kecil. Dengan demikian keberhasilan usaha yang dikelola para wirausaha akan meningkatkan kemajuan ekonomi dan memperkecil jumlah pengangguran. Sebab para wirausaha inilah yang mampu menciptakan lapangan kerja baru agar menyerap tenaga kerja baru yang banyak sehingga pada gilirannya terciptalah pemerataan pendapatan. salah satu Industri itu adalah Industri yang bergerak dibidang pangan seperti ROTI.
Roti adalah salah satu makanan pengganti nasi yang paling digemari. Hal ini dikarenakan sebagai bahan makanan olahan, roti memiliki nilai gizi yang tinggi dan lebih lengkap dibanding yang lain. Selain itu, roti juga lebih praktis untuk dikonsumsi, memiliki banyak variasi, harganya relatif terjangkau, mudah diperoleh dan bisa mengenyangkan. Industri roti yang terus berkembang memiliki prospek yang cerah sehingga persaingannya pun semakin ketat.
usaha “ Roti Bintang Jaya “ adalah salah satu perusahaan yang turut meramaikan persaingan dibidang bakery yang dibangun oleh Bapak Juliono pada tahun 2001 yang beroperasi di wilayah Raja Mulyo, Kecamatan Rantau Selatan Labuhanbatu. Dengan hanya mengandalkan karyawan yang berjumlah lebih kurang 25 orang yang terdiri karyawan dalam ( karyawan yang ikut menjalankan proses produksi ) dan karyawan lepas ( karyawan yang bertugas untuk pemasaran ), usaha ini mampu beroperasi setiap harinya selain hari minggu. Produk utama perusahaan berupa roti dengan berbagai macam bentuk dan jenis yakni :
• Roti Bolu
• Roti kelapa
• Roti srikaya
• Roti paha Ayam pandan
Produk yang diproduksi usaha ini tergolong standar dengan target pasar untuk semua golongan ekonomi. Kegiatan produksi memerlukan keahlian tersendiri dan dapat dilaksanakan oleh siapapun, melalui pelatihan dan pembinaan yang cukup.
system pengadaan bahan usaha ini adalah system agen, yaitu dengan Bahan baku utama adalah tepung terigu,kelapa , gula pasir dan telor di beli oleh perusahaan di pasar umum, distributor/agen atau asosiasi yang berada diwilayah dalam kota dan luar kota. Dalam kondisi normal, tidak ada masalah dalam pengadaan bahan baku ini, sehingga kontiunitas pengadaan bahan baku selalu terjamin. Hanya saja, usaha ini hanya mengandalkan 1 set mesin pengaduk dengan kapasitas maksimum hanya bisa mengaduk 8 kg tepung setiap pengadukannya. Selanjutnya dapat disebutkan dengan fasilitas produksi tersebut, setiap hari secara normal mampu mengolah tepung terigu menjadikan roti dalam frekuensi 10 kali pembakaran dengan jumlah mencapai 1000 bungkus roti berbagai jenis, dengan setiap bungkusnya 12 potong.
Sistem imbalan dalam pemanfaatan tenaga kerja usaha ini berdasarkan Upah bulanan berdasarkan hasil penjualan selama sebulan tersebut. gaji setiap tenaga kerja berbeda – beda, perbedaan ini didasarkan pada jenis pekerjaan, seperti upah tenaga kerja memanggang berbeda dengan tenaga kerja yang bertugas hanya mengkemas. Selain itu, perbedaan upah tenaga kerja juga berdasarkan jumlah jam kerja, tenaga kerja yang tinggal dilingkungan pabrik memiliki waktu lebih lama bekerja dari pada tenaga kerja yang tidak tinggall diwilayah pabrik.
Kondisi usaha “ Roti Bintang jaya” saat ini bisa dikatakan maju, sebab usaha ini bukan hanya memasarkan hasil produksinya didalam kota, bahkan sudah sampai keluar kota seperti Kota Pinang, selain itu kondisi yang nyaman sedikit sudah tercipta dalam lingkungan bekerja, dimana terlihat kekompakan dan kehangatan antara pengusaha dengan karyawan. Kondisi inilah yang diharapkan mampu meningkatkan kinerja tenaga kerja guna untuk meningkatkan mutu hasil produksi yang akan berpengaruh pada tingkat permintaan konsumen, jika permintaan konsumen terus meningkat, maka keuntungan yang diperoleh juga akan meningkat dan jelas akan meningkatkan upah bagi tenaga kerja. namun, ada point – point tertentu yang mesti dicatat untuk meningkatkan kemajuan usaha ini, yakni manajement usaha misalanya manajemen dalam keuangan. Adanya pembukuan penting untuk diterapkan diusaha ini, agar dapat diketahui dengan jelas jumlah keuangan yang dikeluarkan juga jumlah uang yang masuk, sehingga jelas diketahui jumlah keuntungan setiap produksinya, dan hal ini belum terlaksana dalam usaha “ Roti Bintang Jaya “.
BAB III
METODE PENULISAN
Penulisan laporan ini dilakukan berdasarkan :
a. Kunjungan langsung ke Industri Kecil Menengah “ Roti Bintang jaya “ yang ber alamat di jln. Raja Mulyo Rantauprapat.
b. Memperoleh data-data tentang usaha kecil dan menengah dengan searching di website.
c. Melakukan diskusi
BAB IV
METODE PRODUKSI
A. ALAT DAN BAHAN
1. Alat
a. Pengaduk ( Mixer )
b. Alat Pemanggang
c. oven
d. Cetakan roti
mixer roti pemanggang
oven mixer bolu
gambar 1. Alat – alat yang digunakan pada proses produksi
2. Bahan
a. Tepung
b. Gula
c. Pasta pandan
d. Kelapa
e. Seres
f. Pengembang
g. Mentega
h. Telur
B. PROSES PEMBUATAN
1. Proses Pembuatan Roti Kelapa
a. Tepung diaduk dalam mixer sebanyak 8 kg setiap pengadukan
b. Lalu ditambahkan gula 1 Kg, Pengembang dan Pelembut antiplacin. Pengadukan dihentikan sampai campuran tepung mengkilat.
c. Dilakukan pencetakan memanjang untuk roti dengan memasukkan campuran kelapa dengan gula pada bagian tengah roti yang telah dicetak.
d. Lalu dilakukan pemanggangan selama 20 menit, setiap pemanggangan terdiri 20 talam sekitar 35 – 30 roti.
2. Proses Pembuatan Roti Srikaya
a. Tepung diaduk dalam mixer sebanyak 8 kg setiap pengadukan
b. Lalu ditambahkan gula 1 Kg, Pengembang dan Pelembut antiplacin. Pengadukan dihentikan sampai campuran tepung mengkilat.
c. Dilakukan pencetakan model bulat untuk roti srikaya.
d. Lalu dipanggang selama 20 menit.
e. Roti didiamkan berapa saat, lalu dibelah dua dan dibagian tengahnya diolesi srikaya yang dibuat dari campuran santan, tepung dan gula.
3. Proses Pembuatan Roti Paha Ayam
a. Tepung diaduk dalam mixer sebanyak 8 kg setiap pengadukan
b. Lalu ditambahkan gula 1 Kg, Pasta Pandan, Pengembang dan Pelembut antiplacin. Pengadukan dihentikan sampai campuran tepung mengkilat.
c. Lalu dicetak memanjang dan diberi tusukan.
d. Roti yang telah dicetak dipanggang selama 20 menit, lalu diolesi sedikit mentega dan ditaburi seres.
4. Proses Pembuatan Roti Bolu
a. Telur, gula dan tepung diaduk dalam mixer.
b. Lalu ditambahkan pengembang dan pelembut antiplacin sampai benar – benar kembang.
c. Lalu dimasukkan kedalam cetakan yang terdiri dari tiga bentuk, bulat kecil, bulat besar dan memanjang.
d. Setelah itu dipanggang dalam open selama 20 menit.
Selanjutnya proses produksi pembuatan roti secara umum dapat dilihat pada Gambar
“ proses pencetakan “ “ srikaya setelah dicetak “
“ bolu dalam cetakan “ “ proses pemanggang “
” roti bolu setelah dipanggang “ “ roti srikaya setelah dipanggang “
“ roti kelapa setelah dipanggang “ “ proses pembuatan srikaya “
“ kemasan roti srikaya “ “ kemasan bolu “
“ gambar 2 : proses pembuatan “
BAB IV
DATA PENGAMATAN
A. Profil Industri
1. Jenis Industri : Makanan ( Roti )
2. Nama Pemilik : Juliono
3. nama Industri : Roti Bintang jaya
4. Tahun Berdiri : 2001
5. Jumlah karyawan : 30 orang
a. karyawan dalam : 21 orang
b. Karyawan Luar : 9 orang
6. Pemasaran : Dalam kota Labuhanbatu hingga ke Kota Pinang
7. Jenis Produk : a. Roti Bolu dengan 3 Ukuran
o Bulat Kecil
o Bulat Besar
o Panjang
c. Roti Srikaya
d. Roti paha ayam pandan
e. Roti isi kelapa
8. Bahan Baku : Tepung segitiga cakra, Gula, Kelapa, mentega, telur, pasta pandan, pengembang, pelembut antiplacin.
9. jumlah produksi / hari : a. Roti Bolu ± 1000 bks
b. Roti srikaya dan kelapa ± 1000 bks
c. Roti Paha Ayam ± 100 kotak (perkotak 24 buah )
10. Harga Jual Produk : a. Roti Bolu Rp. 2500/ bks
b. Roti Srikaya Rp. 4000/ bks
c. Roti Kelapa Rp. 4000/ bks
d. Roti paha ayam Rp. 10.000/ kotak
11. Modal setiap produksi : ± Rp. 4. 000.000
12. Laba setiap produksi : 15 % dari Modal ( ± Rp. 600.000 )
B. Kendala yang dihadapi
1. Jumlah Sarana yang kurang memadai
Peralatan yang digunakan dalam proses produksi adalah mixer listrik dengan jumlah hanya 1, sehingga proses produksi berlangsung sedikit lambat. Selain itu, adanya pemadaman listrik jelas menghambat jalan proses pengadukan yang hanya bergantung pada listrik, alternatif lain usaha ini menyediakan sebuah mixer mesin yang menggunakan bahan bakar solar yang kapasitas mixernya sedikit juga pengadukan sedikit lama.
2. Pergantian Musim
Musim buah pada bulan – bulan tertentu juga menghambat hasil penjualan, sebab adanya pergantian konsumsi konsumen terhadap roti menjadi buah
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari hasil kunjungan , maka penulis dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Dilihat dari kondisi IKM “ Roti Bintang Jaya “ yang memiliki pendapatan kotor sekitar Rp. 600.000 / produksi dapat dikatakan IKM ini tergolong maju, selain itu didukung dengan jumlah karyawan yang relative banyak serta pemasaran yang cukup luas hingga keluar kota.
2. Kondisi yang nyaman untuk bekerja dan keakrapan para karyawan dengan pengusaha dapat menunjang kemajuan IKM “ Roti Bintang Jaya “.
3. Belum adanya pembukuan pengusaha, sehingga pengusaha sulit untuk menentukan dengan jelas jumlah uang yang masuk dan jumlah uang yang keluar.
B. Saran
Sebagian besar keberhasilan usaha, khususnya usaha kecil sangat ditentukan oleh kemampuan pengusaha dalam memanajement, salah satunya adal manajement keuangan dengan cara menerapkan metode pembukuan, agar tidak tergabung antara pengeluaran untuk pribadi dengan pengeluaran untuk produksi, sehingga penulis menyarankan agar pengusaha menerapkan pembukuan guna untuk kemajuan usaha “ Bintang Jaya “ kedepanny. Selain itu penulis juga menyaran pada Dinas setempat untuk kiranya memberikan perhatian atau bantuan berupa alat pengaduk ( mixer ) untuk kemajuan IKM di Rantauprapat.
DAFTAR PUSTAKA
http://syukriy.wordpress.com/2010/07/25/menyoal-peran-pemerintah-atas-ukm
http://banking.blog.gunadarma.ac.id/2011/01/12/artikel-tentang-usaha-kecil menengah/
http://budialiandong.blogspot.com/2008/01/peran-pemerintah-dalam pengembangan.html
http://javan.co.id/analisis-swot-terhadap-peran-serta-mahasiswa-dalam- memposisikan-usaha-kecil-dan-menengah
Rabu, 24 Agustus 2011
Kamis, 10 Maret 2011
SAVE OUR WORLDS
“SAVE OUR WORLD”
penting g sih hari ini bahas tentang lingkungan?? penting g penting yang penting kita harus mengerti betapa berharganya dan CintaNya Allah telah memberikan kita Lingkungan yang Indah. nah, bukan sekedar mengerti kita kudu bersyukur bahwa hari ini kita masih bisa menghirup oksigen yang meskipun g bersih bersih banget denga cara yang mudah bahkan gratis....gratis lho,,,ingat GRATIS. “
orang bilang tanah kita tanah surga
tongkat kayu api jadi tanaman,
orang bilang negeri kita negeri subur.............
masih ingatkan petingan dendang lagu D’loyit ( ne lagu dah lama banget)........itu gambaran negeri kita dizaman dahulu kale, baik banget ya Allah ngasi kita negeri yang kaya??? kaya??? kok masih banyak sahabat kita yang menderita busung lapar??? eh,,,kolong jembatan kok masih penuh juga ya??kalau sekarang??????...... tapi apapun negeri kita sekarang, bukan berarti kita g ambil pusing dengan keadaan yang memprihatinkan ini,,,, jangan jadi bangsa yang masa bodoh,,, siapa sih yang bertanggungjawab atas kerusakan bumi ini ????? “ telah tampak kerusakan karena ulah tangan manusia,,,,,,”
yah siapa lagi, masa Cuma bang udin penjual somay disebalh rumah kita, ya kita semua. kita semua bertanggung jawab atas keindahan bumi kita, negeri kita juga lingkungan sekitar kita. eh jangan mikir melulu, ayog bergerak, gerakkan hati kita untuk turut prihatin atas kekayaan negeri yang kabur entah kemana, caranya dimulai dari yang kecil – kecil dulu dung, mulailah dari diri sendiri,akan menjadi hamba dan bangsa yang keren lo saat kita makan permen, eh sampahnya dikantongi lalu dibuang ketong sampah kalau dah ketemu tong nya. yakin dah, coba bayangkan kalau satu oarang dibumi ini membuang sampah tiap harinya satu!! hayo,,,,,,bumi ini kan jadi apa ya?? nah bayangin pula kalau satu orang untuk satu sampah!!hmhmhm meski keadaannya ga akan seindah awal, tapi yakin lah bahwa kelak kita ga akan merasa bersalah untuk cucu cicit kita kelak, seperti kata sebuah kata bijak” bumi ini bukanlah warisan yang mesti kita habiskan, tapi titipan untuk kita jaga untuk cucu kita kelak” so?????? Save our world....... tumbuhkan rasa cintamu untuk lingkunganmu!!!!!
nb: “ sampah jajanan kita jangan biarkan memenuhi sekitar musholla ibnu hayyan kita “
penting g sih hari ini bahas tentang lingkungan?? penting g penting yang penting kita harus mengerti betapa berharganya dan CintaNya Allah telah memberikan kita Lingkungan yang Indah. nah, bukan sekedar mengerti kita kudu bersyukur bahwa hari ini kita masih bisa menghirup oksigen yang meskipun g bersih bersih banget denga cara yang mudah bahkan gratis....gratis lho,,,ingat GRATIS. “
orang bilang tanah kita tanah surga
tongkat kayu api jadi tanaman,
orang bilang negeri kita negeri subur.............
masih ingatkan petingan dendang lagu D’loyit ( ne lagu dah lama banget)........itu gambaran negeri kita dizaman dahulu kale, baik banget ya Allah ngasi kita negeri yang kaya??? kaya??? kok masih banyak sahabat kita yang menderita busung lapar??? eh,,,kolong jembatan kok masih penuh juga ya??kalau sekarang??????...... tapi apapun negeri kita sekarang, bukan berarti kita g ambil pusing dengan keadaan yang memprihatinkan ini,,,, jangan jadi bangsa yang masa bodoh,,, siapa sih yang bertanggungjawab atas kerusakan bumi ini ????? “ telah tampak kerusakan karena ulah tangan manusia,,,,,,”
yah siapa lagi, masa Cuma bang udin penjual somay disebalh rumah kita, ya kita semua. kita semua bertanggung jawab atas keindahan bumi kita, negeri kita juga lingkungan sekitar kita. eh jangan mikir melulu, ayog bergerak, gerakkan hati kita untuk turut prihatin atas kekayaan negeri yang kabur entah kemana, caranya dimulai dari yang kecil – kecil dulu dung, mulailah dari diri sendiri,akan menjadi hamba dan bangsa yang keren lo saat kita makan permen, eh sampahnya dikantongi lalu dibuang ketong sampah kalau dah ketemu tong nya. yakin dah, coba bayangkan kalau satu oarang dibumi ini membuang sampah tiap harinya satu!! hayo,,,,,,bumi ini kan jadi apa ya?? nah bayangin pula kalau satu orang untuk satu sampah!!hmhmhm meski keadaannya ga akan seindah awal, tapi yakin lah bahwa kelak kita ga akan merasa bersalah untuk cucu cicit kita kelak, seperti kata sebuah kata bijak” bumi ini bukanlah warisan yang mesti kita habiskan, tapi titipan untuk kita jaga untuk cucu kita kelak” so?????? Save our world....... tumbuhkan rasa cintamu untuk lingkunganmu!!!!!
nb: “ sampah jajanan kita jangan biarkan memenuhi sekitar musholla ibnu hayyan kita “
Jumat, 04 Maret 2011
catatan hati ayah
CATATAN HATI AYAH
By; T2H__Ya
“ mo balik ndok?” ucap ayah tiba – tiba muncul didepan pintu kamarku, sebenarnya bukanlah sebuah kamar, lebih mirip pada sebuah ruangan yg dibatasi dengan tirai usang, masih kuingat Tirai itu dipasang semenjak aku Remaja, ruangan khusus anak perempuan ayah satu – satunya, yg membuat semakin lengkaplah kesempitan ruangan yg sungguh mungil itu untuk dijadikan ruang tamu!!!! Ah,tamu? Hampir – hampir kami tidak pernah kedatangan tamu untuk sekedar meneguk segelas air putih tanakan ayah dengan kayu bakarnya. Orang – orang hanya mengetuk pintu usang itu, lalu setelah sedikit berbincang dengan ayah, yg disebut tamu itu akan pergi begitu saja, sepertinya enggan menginjakkan kaki di lantai tanah ini! Ya, memang masih lantai tanah, banyak hal yg jauh lebih penting untuk di fikirkan daripada mengurusi lantai yg tak pernah diberi lapis ni.
“ ya ndok, mo balik hari ini juga” pertanyaan ayah menyentakkanku, menepis semua unek2 tentng hidup dan kehidupanku. Aku mengangguk sambil tersenyum menatap wajah itu, wajah yang sudah dilukis banyak guratan tipis dibagaian bawah kelopak matanya, berkeriput, kopong bahkan lusuh. Aku kembali pada aktivitasku, kususun rapi bajuku dan kumasukkan dalam ransel, ransel satu – satunya, ransel serba guna. Ayah beranjak meninggalkanku, dan aku hanya bisa menatap punggung bungkuk ayah. Ayah menyeret berat langkahnya,Aku bisa merasakan, guratan kecewa diwajah ayah, aku akan balik ke Medan tanpa memberitahu dahulu padanya. ”Ayah.....!” ayah menoleh sesaat setelah aku memanggilnya, kudekati ayah, ku sandarkan tanganku ke lutut ayah, dan aku duduk persis didepan ayah yg sedang duduk dikursi tua kami,( ndak ada yg baru diruangan ini kawan)” ayah,,,” kupanggil lembut nama itu, saat ayah hanya terseyum kecut padaku yg sedang bermanja padanya ”ndak papa ndok, pulanglah, biarkan ayah disini!” ucap ayah seolah olah tahu rasa bersalah yg sedang berkejamuk diwajahku! ” ayah,,,,, temen niala tadi telpon, ada lomba karya ilmiah disalah satu universitas swasta diMedan, terbuka umum ayah! Ucapku mencoba menjelaskan pada ayah alasan kepulanganku yang mendadak, padahal aku sudah berjanji pada ayah, libur semester kali ini sampai 2 bulan kuhabiskan bersama ayah, tapi da hal penting yg mesti kulakukan, jika 2 bulan ne kuhabiskan tanpa kegiatan apapun, pakai apa nanti aku membayar uang semesterku, sedang uang tabunganku mulai menipis, karena membelikan oleh- oleh untuk ayah dari putri semata wayangnya yang jarang sekali pulang kerumah, walau jarak Medan dengan Rantauprapat bukanlah jarak Indonesia – jepang! Tapi, keadaanlah yg memaksa aku untuk meninggalkan ayah sendiri dirumah, setelah terlebih dahulu Ibu meninggalkan kami. Seratus ribu, adalah jumlah paling kecil yg mesti aku keluarkan setiap pulang kerumah, yg setelah aku hitung2 bisa untuk belanjaku selama 2 minggu. Dan otakku yg suka hitung – hitunganlah yg membuat ayah jadi selalu sendiri, tanpa aku yg seharusnya tempat mencurahkan rasa kesendiriannya sejak ditinggal orang yg ia cintai. ” lakukanlah ndok, apapun itu, ayah percaya padamu!” ucap ayah yg semakin meremukkan bathinku. Tak ingin sisa – sisa powerku roboh dikarenakan tatapan ayah yg meminta aku untuk didekatnya, ku mengangguk, ku coba untuk menahan airmata yg hampir saja menetes dari sudut mataku, karena tak ingin kerapuhan ini tertangkap mata ayah yg juga rapuh. Aku berdiri, beranjak mengambil ranselku, lalu aku kembali pada posisiku semula, ku cium lutut ayah, disitulah air mataku benar2 tak terbendung, lutut ayah basah, ayah mengusap dan mencium kepalaku, kurasakan setetes cinta ayah jatuh kelubuk hatiku, tetes demi tetes yg selalu aku curi dari ayah. Ingin sekali rasanya lebih lama dalam dekapan ini, setelah hampir 2 tahun lamanya waktu terlewati tanpa senyuman ayah. Ku anggkat kepalaku, sekuat tenaga kusembunyikan semua rindu itu, dan mata itu juga sedang menyembunyikan perasaan yg sama. Aku berdiri, kucium tangan ayah yang sudah keriput, tangan kuat yg dulu mengendongku, tangan kuat yg dulu memapahku, tangan kuat yg dulu menuntunku, tangang kuat yg dulu menjewer telingaku saat kanak – kanakku,dan tangan itu kini sama sekali tak berdaya lagi.
Aku beranjak meninggalkan ayah yg dirundung sepi dan rindu, meninggalkan rumah kecil yg menciptakan sejarah- sejarah penting bagiku, ayah juga ibu, kutingggalkan hanya untuk sebuah cita – cita.
” Ayah ingin menjadikan kamu Bintang, Bintang yg paling terang, penerang kegelapan hidup kita selama ini, tapi dalam kegelapan seperti ini, bisakah ayah mewujudkan bintang itu, sedang saat ini ayah mulai tak yakin, kalau ayah tak mampu meletakkan Bintang itu dilangit, ayah takut kalau bintang ikut terkubur dalam kegelapan ini”
secarik kertas yg aku temukan dibawah bantal ayah saat aku kelas 2 SMA, aku mulai membaca diri, siapa aku dan siapa ayah? Aku hanya seorang anak pedagang es keliling, dan ayah hanya seorang lelaki yg tak pernah mengecap pendidikan dan wajar kalau seandainya rumah ini semakin lama – semakin menjadi gubuk, saat orang berlomba2 merubah tatanan rumah, model, cat dan banyak lagi, dan rumah kami semakin tak layak huni, bagaimana tidak, untuk bernafaspu rasanya kami susah. Dengan perjuangan yg amat panjang, dengan duri kehidupan yg sudah merobek- robek langkah kakiku, dengan peluru zaman yg setiap detik membidik mimpiku, akhirnya aku duduk dibangku kuliah tanpa sepeserpun uang ayah hingga aku saat ini sudah semester 4, memasuki semester 5, dan Tuhan memang membantuku, saat aku kewalahan mencari solusi tuk uang kuliah semester 5 ini, Tuhan membantuku lewat sebuah kabar adanya lomba karya Ilmiah yg sering aku ikuti, dan bersyukur meski tak selalu juara 1, aku selalau dapat 3 besar, dan dengan uang itulah aku membiayai hidupku dikota orang, tanpa pernah meletakkan tanganku didepan ayah, meminta padanya, ditambah dengan job sideku sebagai pengajar pripat SMA. Memang banyak hal yg pantas untuk kutangisi dari jalan hidupku, tapi lebih banyak lagi hal yg mesti aku syukuri, aku bersyukur Tuhan menciptakanku dengan otak yg bisa diandalkan, aku bersyukur Tuhan memberikanku seorang Ayah yg suka menulis catatan – catatan kecil di notenya yg aku baca sebagai kata – kata pujangga, ayah adalah pujangga terhebat bagiku, aku bersyukur ternyata aku mewarisi bakat ayah, tulisanku tak jarang dimuat dibeberapa majalah yg aku kirim secara rutinnya, dan honornya lumayan untuk tabunganku. Aku bersyukur, aku juga mewarisi sifat ibu yang ramah dan senyum ibu yang memikat, yang membuat aku dekat pada semua orang, bahkan sebagian dosen mengenalku dan dekat denganku, meski aku bukanlah mahasisswa penyandang ipk 4, tapi itulah rezekyku, beasisswa selalu melirikku yang memang sangat membutuhkan lirikan. Dan dari semua itulah aku bertahan hingga kini, dan alasan itupula lah yang membuat aku meninggalkan ayah sendiri bertemankan rindu.
” Ayah.........aku ingin kau bangga padaku ” ucapku saat aku rindukan wajah ayah, tapi benar, hingga kini ucapan bangga dari ayah belum aku dapatkan, apakah masih ada yg kurang dai kemandirianku selama ini? Tanya bathinku yg berharap kata- kata terulur dari mulut ayah.
”niala!!!” suara ayah memanggil namaku disebrang sana, hatiku bergetar mendengar suara ayah ” ia ayah!” ucapku lembut, ingin rasanya aku menyaksikan wajah ayah saat ia memanggil namaku, tapi ini hanya percakapan ditelpon, tak kudengar lagi suara ayah, aku memanggil – manggil nama ayah, telpon terputus, wajahku memerah, tak biasanya ayah menelponku, kutelpon balik nomor itu, ah...aku lupa itukan nomor wartel, susah untuk dihubungi kembali. Jantungku kian berdetak, tiba – tiba air mata jatuh begitu saja, ada dengan ayah? Kenapa ia menelponku? Banyak pertanyaan yg tak bisa ku jawab dengan logis, kali ini aku hanya ingin melihat ayah, melihat ayah, tiba – tiba aku takut kehilangan ayah, rasa itu kembali muncul, rasa sakit saat ditinggal ibu, badanku gemetar, aku baru tersadar, ternyata hartaku tinggal ayah, jiwaku hanya ayah. Buru – buru aku kembali kekost, untung lomba karya ilmiah sudah selesai kemaren, jadi kali ini berhentilah untuk hitung2an Niala, ucap bathinku. Ku ambil ranselku ” mbak ni???” Dinda teman satu kostku memanggil ku, aku menoleh, ia mendekatiku, menyerahrak 2 buah amplop putih kepadaku ” sudah 3 hari yang lalu kiriman ini sampai, tapi mbak ga dikost terus, katanya sibuk dengn karya ilmiah y mbak? Tanyanya sambil menyerahkan surat itu, aku hanya mengangguk pelan, ayah ucapku, ini surat dari ayah.....
Untuk putriku_tersayang
Niala putriku tercantik........
Betapa cantinkya engkau menjadi seorang anak, betapa ayah sungguh sangat beruntung punya putri seperti niala......
Niala bintang ayah.........
Ingin sekali ayah meletakkan bintang itu di atas langit dengan tangan ayah sendiri, tanpa bantuan sapapun, termasuk bantuanmu, ayah ingin menjadi orang yg pertama menyaksikan sinar bintang ayah.....
Niala jiwa ayah........
Betapa seluruh jiwa ini telah kau bawa pergi seiring perginya kau dari sisi ayah,
Meski untuk sebuah Alasan yg begitu mulia,,,,,
Tapi sungguh, kau telah mencuri seluruh jiwa ayah.....
Sungguh, ayah masih belum bisa terima kesendirian ini.....
Niala Raga ayah.......
Betapa raga ini tak punya daya lagi....
Saat kenyataan meremukkan posisi ayah sebagai ayah
Sebagai orang yg mestinya bertanggung jawab atas mimpimu
Sebagai orang yg mestinya kuat mempertahankan mimpimu
Tapi, niala putriku
Kenyataan membuat ayah merasa tak pantas diposisi ini.....
Niala Nyawa ayah......
Ayah mana yg tidak bangga punya anak yg mandiri, yang kuat dan pantang menyerah....
Ayah mana sayangku??? Tidak ada nak, tidak ada ayah yg tak bangga dengan putri sepertimu, terkecuali ayah, ,, ayah selalu merasa dicambuk oleh ketegaranmu, mencari dhana sendiri untuk mimpimu, tanpa pernah meminta sepeserpun pada ayah,,,, maaf anakku, ayah tidak bangga, ayah sakit dengan kenyataan ini, karena kenyataan ini membuat ayah menjadi tak berarti untukmu juga mimpimu! Apa yg bisa ayah berikan untuk mimpimu? Hampir – hampir tidak ada nak, keringatku tak pernah kering untuk mimpimu,,,
Malu pada mentari yg menyambut hari ayah dengan senyum sinis penuh ejekan, sebab ayah hanya punya kamu, Cuma satu tanggungan ayah, tapi satupun ayah tak mampu menanggungnya,,,,,,hari – hari yg berlalu tanpamu, tapi diiringi sebuah beban mental anakku, ciut,tak berdaya saat kau dari kejauhan mengabarkan bahwa ” kuliahmu lancar – lancar saja” ingin rasanya memaki diri ini anakku,karena kubiarkan engkau mencari jawaban sendiri atas kehidupan ini,, kau tak pernah melibatkan ayah untuk Bintang ini? Kenapa anakku, kenapa??? Apa memang benar bahwa ayah tak berarti untuk bintang itu? Apa tak boleh tangan ayah yang menggantungkan bintang itu di langit biru ini??
Ayah hanya punya kamu, Cuma satu satunya kamu, tapi kenapa ayah tak mampu untuk memenuhi mimpimu?? Takdirkah ini anakku, saat iri ketika masih banyak orang tua yg punya anak lebih dari 1, bahkan bisa 5 atau 7, dan pada kehidupannya ia mampu membuat anaknya benar2 jadi Bintang, berhasil mengeringkan keringatnya untuk seluruh belahan jiwanya! Sedang ayah, ayah hanya 1, tapi tak mampu... dan untuk itu semua, haruskah ayah berbangga hati padamu anakku? Pantaskah jika ayah tersenyum bangga padamu sedang engkau morat marit memikirkan semua biaya kuliahmu. Pantakah ayah melakukan ini anakku???
Niala anak ayah..........
Ayah hanya ingin menjadi bagian dari mimpimu.......
Izinkan ayah untuk menggantungkan bintang itu dengan tangan ayah sendiri...
Biarkan ayah yg melakukannya!!!
Niala______Putri Ayah Sayang
Aku sesenggukan membaca CATATAN HATI ayah,,,, sebuah persaan yang tak pernah terfikirkan olehku,,,, dan jawaban atas harapan kata bangga itu terjawab sudah, bagaimana mungkin ayah bangga pada anak seperti aku, yang lebih bisa dikatakan SOMBONG dengan kemampuanku, hingga memang benar apa kata ayah, ” seolah – olah aku menjadikan ayah tak berpengaruh pada mimpiku”.... airmata terus membasahi wajah yang mengalir sebagian darah ayah ini, ” ndak usah yah, naila masih ada sedikit ongkos untuk samapi di kost” ku tolak mentah – mentah uang pemberian ayah, 50.000, aku berfikir ”cukup apakah uang sebesar itu dikota besar seperti medan pada zamam ini”? Ucap bathinku sombong ” ayah pasti lebih memerlukannya, gunakan saja untuk kebutuhan ayah, ayah jangan fikirkan niala, niala bisa Mandiri ayah” ucapku meyakinkan ayah yang saat itu menatapku lekat, lama ayah terdiam, ku ambil uang itu, ku masukkan dalam kantong baju ayah, sambil tersenyum ” ayah harus percaya pada niiala, niala bisa sendiri ayah” ucapku. Itulah perbincangan yg kuingat setelah membaca surat ayah, saat itu masih semester 3,dulu aku merasa bahwa ayah pasti senang dengan kata – kataku ” ayah harus percaya, niala bisa sendiri” tapi kini, aku baru sadar, jelas itu ucapan sombong dariku yag tak pernah terfikirkan olehku.....aku semakin menangis, mengingat penolakan uang pemberian ayah, mengingat ucapan – ucapan yg aku maksud untuk menegarkan kehidupan kami, tapi ternyata membuat jiwa ayah semakin rapuh....wajar rsanya jika kata ” BANGGA ” itu tak pernah terucap dari ayah.
Ingin rasanya aku memekik, memanggil ayah, bersujud dikakinya, karena memang ayah hanya punya aku, dan aku hanya punya ayah. Ku buka amplop putih satu lagi, uang ratusan ribu 3 lembar tersenyum menatapku, seolah2 kulihat wajah ayah menari dilembaran kertas itu, ku peluk uang itu, kali ini ” Aku tak akan menolak uangmu ayah”, karena kini aku tau ” CATATAN HATI AYAH” yang selama ini ayah simpan dibalik senyum dan tatapanmu padaku.......
Niala jiwa ayah........
Betapa seluruh jiwa ini telah kau bawa pergi seiring perginya kau dari sisi ayah,
Meski untuk sebuah Alasan yg begitu mulia,,,,,
Tapi sungguh, kau telah mencuri seluruh jiwa ayah.....
Sungguh, ayah masih belum bisa terima kesendirian ini.....
MEDAN, 27 Oktober 2010
By; T2H__Ya
“ mo balik ndok?” ucap ayah tiba – tiba muncul didepan pintu kamarku, sebenarnya bukanlah sebuah kamar, lebih mirip pada sebuah ruangan yg dibatasi dengan tirai usang, masih kuingat Tirai itu dipasang semenjak aku Remaja, ruangan khusus anak perempuan ayah satu – satunya, yg membuat semakin lengkaplah kesempitan ruangan yg sungguh mungil itu untuk dijadikan ruang tamu!!!! Ah,tamu? Hampir – hampir kami tidak pernah kedatangan tamu untuk sekedar meneguk segelas air putih tanakan ayah dengan kayu bakarnya. Orang – orang hanya mengetuk pintu usang itu, lalu setelah sedikit berbincang dengan ayah, yg disebut tamu itu akan pergi begitu saja, sepertinya enggan menginjakkan kaki di lantai tanah ini! Ya, memang masih lantai tanah, banyak hal yg jauh lebih penting untuk di fikirkan daripada mengurusi lantai yg tak pernah diberi lapis ni.
“ ya ndok, mo balik hari ini juga” pertanyaan ayah menyentakkanku, menepis semua unek2 tentng hidup dan kehidupanku. Aku mengangguk sambil tersenyum menatap wajah itu, wajah yang sudah dilukis banyak guratan tipis dibagaian bawah kelopak matanya, berkeriput, kopong bahkan lusuh. Aku kembali pada aktivitasku, kususun rapi bajuku dan kumasukkan dalam ransel, ransel satu – satunya, ransel serba guna. Ayah beranjak meninggalkanku, dan aku hanya bisa menatap punggung bungkuk ayah. Ayah menyeret berat langkahnya,Aku bisa merasakan, guratan kecewa diwajah ayah, aku akan balik ke Medan tanpa memberitahu dahulu padanya. ”Ayah.....!” ayah menoleh sesaat setelah aku memanggilnya, kudekati ayah, ku sandarkan tanganku ke lutut ayah, dan aku duduk persis didepan ayah yg sedang duduk dikursi tua kami,( ndak ada yg baru diruangan ini kawan)” ayah,,,” kupanggil lembut nama itu, saat ayah hanya terseyum kecut padaku yg sedang bermanja padanya ”ndak papa ndok, pulanglah, biarkan ayah disini!” ucap ayah seolah olah tahu rasa bersalah yg sedang berkejamuk diwajahku! ” ayah,,,,, temen niala tadi telpon, ada lomba karya ilmiah disalah satu universitas swasta diMedan, terbuka umum ayah! Ucapku mencoba menjelaskan pada ayah alasan kepulanganku yang mendadak, padahal aku sudah berjanji pada ayah, libur semester kali ini sampai 2 bulan kuhabiskan bersama ayah, tapi da hal penting yg mesti kulakukan, jika 2 bulan ne kuhabiskan tanpa kegiatan apapun, pakai apa nanti aku membayar uang semesterku, sedang uang tabunganku mulai menipis, karena membelikan oleh- oleh untuk ayah dari putri semata wayangnya yang jarang sekali pulang kerumah, walau jarak Medan dengan Rantauprapat bukanlah jarak Indonesia – jepang! Tapi, keadaanlah yg memaksa aku untuk meninggalkan ayah sendiri dirumah, setelah terlebih dahulu Ibu meninggalkan kami. Seratus ribu, adalah jumlah paling kecil yg mesti aku keluarkan setiap pulang kerumah, yg setelah aku hitung2 bisa untuk belanjaku selama 2 minggu. Dan otakku yg suka hitung – hitunganlah yg membuat ayah jadi selalu sendiri, tanpa aku yg seharusnya tempat mencurahkan rasa kesendiriannya sejak ditinggal orang yg ia cintai. ” lakukanlah ndok, apapun itu, ayah percaya padamu!” ucap ayah yg semakin meremukkan bathinku. Tak ingin sisa – sisa powerku roboh dikarenakan tatapan ayah yg meminta aku untuk didekatnya, ku mengangguk, ku coba untuk menahan airmata yg hampir saja menetes dari sudut mataku, karena tak ingin kerapuhan ini tertangkap mata ayah yg juga rapuh. Aku berdiri, beranjak mengambil ranselku, lalu aku kembali pada posisiku semula, ku cium lutut ayah, disitulah air mataku benar2 tak terbendung, lutut ayah basah, ayah mengusap dan mencium kepalaku, kurasakan setetes cinta ayah jatuh kelubuk hatiku, tetes demi tetes yg selalu aku curi dari ayah. Ingin sekali rasanya lebih lama dalam dekapan ini, setelah hampir 2 tahun lamanya waktu terlewati tanpa senyuman ayah. Ku anggkat kepalaku, sekuat tenaga kusembunyikan semua rindu itu, dan mata itu juga sedang menyembunyikan perasaan yg sama. Aku berdiri, kucium tangan ayah yang sudah keriput, tangan kuat yg dulu mengendongku, tangan kuat yg dulu memapahku, tangan kuat yg dulu menuntunku, tangang kuat yg dulu menjewer telingaku saat kanak – kanakku,dan tangan itu kini sama sekali tak berdaya lagi.
Aku beranjak meninggalkan ayah yg dirundung sepi dan rindu, meninggalkan rumah kecil yg menciptakan sejarah- sejarah penting bagiku, ayah juga ibu, kutingggalkan hanya untuk sebuah cita – cita.
” Ayah ingin menjadikan kamu Bintang, Bintang yg paling terang, penerang kegelapan hidup kita selama ini, tapi dalam kegelapan seperti ini, bisakah ayah mewujudkan bintang itu, sedang saat ini ayah mulai tak yakin, kalau ayah tak mampu meletakkan Bintang itu dilangit, ayah takut kalau bintang ikut terkubur dalam kegelapan ini”
secarik kertas yg aku temukan dibawah bantal ayah saat aku kelas 2 SMA, aku mulai membaca diri, siapa aku dan siapa ayah? Aku hanya seorang anak pedagang es keliling, dan ayah hanya seorang lelaki yg tak pernah mengecap pendidikan dan wajar kalau seandainya rumah ini semakin lama – semakin menjadi gubuk, saat orang berlomba2 merubah tatanan rumah, model, cat dan banyak lagi, dan rumah kami semakin tak layak huni, bagaimana tidak, untuk bernafaspu rasanya kami susah. Dengan perjuangan yg amat panjang, dengan duri kehidupan yg sudah merobek- robek langkah kakiku, dengan peluru zaman yg setiap detik membidik mimpiku, akhirnya aku duduk dibangku kuliah tanpa sepeserpun uang ayah hingga aku saat ini sudah semester 4, memasuki semester 5, dan Tuhan memang membantuku, saat aku kewalahan mencari solusi tuk uang kuliah semester 5 ini, Tuhan membantuku lewat sebuah kabar adanya lomba karya Ilmiah yg sering aku ikuti, dan bersyukur meski tak selalu juara 1, aku selalau dapat 3 besar, dan dengan uang itulah aku membiayai hidupku dikota orang, tanpa pernah meletakkan tanganku didepan ayah, meminta padanya, ditambah dengan job sideku sebagai pengajar pripat SMA. Memang banyak hal yg pantas untuk kutangisi dari jalan hidupku, tapi lebih banyak lagi hal yg mesti aku syukuri, aku bersyukur Tuhan menciptakanku dengan otak yg bisa diandalkan, aku bersyukur Tuhan memberikanku seorang Ayah yg suka menulis catatan – catatan kecil di notenya yg aku baca sebagai kata – kata pujangga, ayah adalah pujangga terhebat bagiku, aku bersyukur ternyata aku mewarisi bakat ayah, tulisanku tak jarang dimuat dibeberapa majalah yg aku kirim secara rutinnya, dan honornya lumayan untuk tabunganku. Aku bersyukur, aku juga mewarisi sifat ibu yang ramah dan senyum ibu yang memikat, yang membuat aku dekat pada semua orang, bahkan sebagian dosen mengenalku dan dekat denganku, meski aku bukanlah mahasisswa penyandang ipk 4, tapi itulah rezekyku, beasisswa selalu melirikku yang memang sangat membutuhkan lirikan. Dan dari semua itulah aku bertahan hingga kini, dan alasan itupula lah yang membuat aku meninggalkan ayah sendiri bertemankan rindu.
” Ayah.........aku ingin kau bangga padaku ” ucapku saat aku rindukan wajah ayah, tapi benar, hingga kini ucapan bangga dari ayah belum aku dapatkan, apakah masih ada yg kurang dai kemandirianku selama ini? Tanya bathinku yg berharap kata- kata terulur dari mulut ayah.
”niala!!!” suara ayah memanggil namaku disebrang sana, hatiku bergetar mendengar suara ayah ” ia ayah!” ucapku lembut, ingin rasanya aku menyaksikan wajah ayah saat ia memanggil namaku, tapi ini hanya percakapan ditelpon, tak kudengar lagi suara ayah, aku memanggil – manggil nama ayah, telpon terputus, wajahku memerah, tak biasanya ayah menelponku, kutelpon balik nomor itu, ah...aku lupa itukan nomor wartel, susah untuk dihubungi kembali. Jantungku kian berdetak, tiba – tiba air mata jatuh begitu saja, ada dengan ayah? Kenapa ia menelponku? Banyak pertanyaan yg tak bisa ku jawab dengan logis, kali ini aku hanya ingin melihat ayah, melihat ayah, tiba – tiba aku takut kehilangan ayah, rasa itu kembali muncul, rasa sakit saat ditinggal ibu, badanku gemetar, aku baru tersadar, ternyata hartaku tinggal ayah, jiwaku hanya ayah. Buru – buru aku kembali kekost, untung lomba karya ilmiah sudah selesai kemaren, jadi kali ini berhentilah untuk hitung2an Niala, ucap bathinku. Ku ambil ranselku ” mbak ni???” Dinda teman satu kostku memanggil ku, aku menoleh, ia mendekatiku, menyerahrak 2 buah amplop putih kepadaku ” sudah 3 hari yang lalu kiriman ini sampai, tapi mbak ga dikost terus, katanya sibuk dengn karya ilmiah y mbak? Tanyanya sambil menyerahkan surat itu, aku hanya mengangguk pelan, ayah ucapku, ini surat dari ayah.....
Untuk putriku_tersayang
Niala putriku tercantik........
Betapa cantinkya engkau menjadi seorang anak, betapa ayah sungguh sangat beruntung punya putri seperti niala......
Niala bintang ayah.........
Ingin sekali ayah meletakkan bintang itu di atas langit dengan tangan ayah sendiri, tanpa bantuan sapapun, termasuk bantuanmu, ayah ingin menjadi orang yg pertama menyaksikan sinar bintang ayah.....
Niala jiwa ayah........
Betapa seluruh jiwa ini telah kau bawa pergi seiring perginya kau dari sisi ayah,
Meski untuk sebuah Alasan yg begitu mulia,,,,,
Tapi sungguh, kau telah mencuri seluruh jiwa ayah.....
Sungguh, ayah masih belum bisa terima kesendirian ini.....
Niala Raga ayah.......
Betapa raga ini tak punya daya lagi....
Saat kenyataan meremukkan posisi ayah sebagai ayah
Sebagai orang yg mestinya bertanggung jawab atas mimpimu
Sebagai orang yg mestinya kuat mempertahankan mimpimu
Tapi, niala putriku
Kenyataan membuat ayah merasa tak pantas diposisi ini.....
Niala Nyawa ayah......
Ayah mana yg tidak bangga punya anak yg mandiri, yang kuat dan pantang menyerah....
Ayah mana sayangku??? Tidak ada nak, tidak ada ayah yg tak bangga dengan putri sepertimu, terkecuali ayah, ,, ayah selalu merasa dicambuk oleh ketegaranmu, mencari dhana sendiri untuk mimpimu, tanpa pernah meminta sepeserpun pada ayah,,,, maaf anakku, ayah tidak bangga, ayah sakit dengan kenyataan ini, karena kenyataan ini membuat ayah menjadi tak berarti untukmu juga mimpimu! Apa yg bisa ayah berikan untuk mimpimu? Hampir – hampir tidak ada nak, keringatku tak pernah kering untuk mimpimu,,,
Malu pada mentari yg menyambut hari ayah dengan senyum sinis penuh ejekan, sebab ayah hanya punya kamu, Cuma satu tanggungan ayah, tapi satupun ayah tak mampu menanggungnya,,,,,,hari – hari yg berlalu tanpamu, tapi diiringi sebuah beban mental anakku, ciut,tak berdaya saat kau dari kejauhan mengabarkan bahwa ” kuliahmu lancar – lancar saja” ingin rasanya memaki diri ini anakku,karena kubiarkan engkau mencari jawaban sendiri atas kehidupan ini,, kau tak pernah melibatkan ayah untuk Bintang ini? Kenapa anakku, kenapa??? Apa memang benar bahwa ayah tak berarti untuk bintang itu? Apa tak boleh tangan ayah yang menggantungkan bintang itu di langit biru ini??
Ayah hanya punya kamu, Cuma satu satunya kamu, tapi kenapa ayah tak mampu untuk memenuhi mimpimu?? Takdirkah ini anakku, saat iri ketika masih banyak orang tua yg punya anak lebih dari 1, bahkan bisa 5 atau 7, dan pada kehidupannya ia mampu membuat anaknya benar2 jadi Bintang, berhasil mengeringkan keringatnya untuk seluruh belahan jiwanya! Sedang ayah, ayah hanya 1, tapi tak mampu... dan untuk itu semua, haruskah ayah berbangga hati padamu anakku? Pantaskah jika ayah tersenyum bangga padamu sedang engkau morat marit memikirkan semua biaya kuliahmu. Pantakah ayah melakukan ini anakku???
Niala anak ayah..........
Ayah hanya ingin menjadi bagian dari mimpimu.......
Izinkan ayah untuk menggantungkan bintang itu dengan tangan ayah sendiri...
Biarkan ayah yg melakukannya!!!
Niala______Putri Ayah Sayang
Aku sesenggukan membaca CATATAN HATI ayah,,,, sebuah persaan yang tak pernah terfikirkan olehku,,,, dan jawaban atas harapan kata bangga itu terjawab sudah, bagaimana mungkin ayah bangga pada anak seperti aku, yang lebih bisa dikatakan SOMBONG dengan kemampuanku, hingga memang benar apa kata ayah, ” seolah – olah aku menjadikan ayah tak berpengaruh pada mimpiku”.... airmata terus membasahi wajah yang mengalir sebagian darah ayah ini, ” ndak usah yah, naila masih ada sedikit ongkos untuk samapi di kost” ku tolak mentah – mentah uang pemberian ayah, 50.000, aku berfikir ”cukup apakah uang sebesar itu dikota besar seperti medan pada zamam ini”? Ucap bathinku sombong ” ayah pasti lebih memerlukannya, gunakan saja untuk kebutuhan ayah, ayah jangan fikirkan niala, niala bisa Mandiri ayah” ucapku meyakinkan ayah yang saat itu menatapku lekat, lama ayah terdiam, ku ambil uang itu, ku masukkan dalam kantong baju ayah, sambil tersenyum ” ayah harus percaya pada niiala, niala bisa sendiri ayah” ucapku. Itulah perbincangan yg kuingat setelah membaca surat ayah, saat itu masih semester 3,dulu aku merasa bahwa ayah pasti senang dengan kata – kataku ” ayah harus percaya, niala bisa sendiri” tapi kini, aku baru sadar, jelas itu ucapan sombong dariku yag tak pernah terfikirkan olehku.....aku semakin menangis, mengingat penolakan uang pemberian ayah, mengingat ucapan – ucapan yg aku maksud untuk menegarkan kehidupan kami, tapi ternyata membuat jiwa ayah semakin rapuh....wajar rsanya jika kata ” BANGGA ” itu tak pernah terucap dari ayah.
Ingin rasanya aku memekik, memanggil ayah, bersujud dikakinya, karena memang ayah hanya punya aku, dan aku hanya punya ayah. Ku buka amplop putih satu lagi, uang ratusan ribu 3 lembar tersenyum menatapku, seolah2 kulihat wajah ayah menari dilembaran kertas itu, ku peluk uang itu, kali ini ” Aku tak akan menolak uangmu ayah”, karena kini aku tau ” CATATAN HATI AYAH” yang selama ini ayah simpan dibalik senyum dan tatapanmu padaku.......
Niala jiwa ayah........
Betapa seluruh jiwa ini telah kau bawa pergi seiring perginya kau dari sisi ayah,
Meski untuk sebuah Alasan yg begitu mulia,,,,,
Tapi sungguh, kau telah mencuri seluruh jiwa ayah.....
Sungguh, ayah masih belum bisa terima kesendirian ini.....
MEDAN, 27 Oktober 2010
Langganan:
Postingan (Atom)