Senin, 07 Oktober 2013

*RINDU*

Untuk sebuah rindu yang ku peluk sendiri.... untuk sebuah mimpi yang memaksaku menangis tanpa alasana..... dan untuk sebuh hasrat yang membuatku memutuskan untuk bertahan,... dan untuk itu semua..... aku disini melantunkan doa...... pada malam yang selalu beranjak membawa hari2 yang semakin berlalu... sedang si dia tak kunjung memahami..... ya...... aku rindu kamu malam ini.... untuk sebuah cerita yang kujaga sendiri.. dengarlah....... AKU MENCINTAIMU.... Still loving You "MUDEM"

Minggu, 01 April 2012

”PERPISAHAAN INI KAWAN ”

”PERPISAHAAN INI KAWAN ”

Ketika mentari datang menyinari hatiku yang gelap
Ketika rembulan membawa cahaya ke dalam hidupku yg redup
Ketika embun metenes membasahi jiwaku yg gersang
Dan ketika angin berhembus membawa kesejukan hatiku yang tandus.....

Aku terhimpit akan sebuah pemikiran.....
Sebuah kepercayaan akan keabadian....
Sebuah keyakinan pasti untuk selamanya

Bahwa hari hanya untuk selamanya
Bahwa ikatan ini pasti untuk selamnya

Aku terhenyak
Terhempas akan sebuah kenyataan
Kenyataan yang tak pernah terfikirkan
Bahwa ternyata
Senja pasti akan berakhir....
Matahari juga pasti akan tenggelam...
Dan rembulan juga akan kembali pada peraduannya....

Waktu itu telah datang....
Waktu yang akan membuat kita berjalan sendiri
Tanpa kamu yang selalu disisiki
Tanpa senyum lagi yang selalu kunikmati
Tanpa tawa dan candamu lagi yang menghiasi mimpi – mimpi ini


Dari kejauhan engkau melambaikan tangan
Menangis mengenang sejuta kenangan yang kita ukir bersama
Menangis akan datangnya sebuah waktu yang memisahkan kita
Menangis akan sebuah kisah yang akan kita tinggalkan......


Perpisahaan...........
Haruskah ada perpisahaan?????
Tidak adakah keabadian????
Tidak adakah keabadian??
Tidak adakah kebadian????

Aku menjadu bodoh......
Aku menjadi seorang yang tak percaya akan takdir?
Takdirkah ini kawan??

Saat aku kembali ketempat ini
Tak kutemui lagi senyummu menyambut kedatanganku
Takdirkah ini kawan????
Saat aku mencari
Tak kudengar lagi suaramu tuk menemani hariku
Takdirkah ini kawan???

Saat aku lelah
Tak kulihat lagi bahasa tubuhmu
Masihkah ini takdir kawan???

Kawan......
Kita punya hari yang bahagia
Yang membuat dunia hanya milik kita
Yang membuat waktu tak terasa

Kawan.....
Kita punya hari yang duka
Yang membuat hatimu terluka
Yang membuat hatiku tergores

Kawan..........
Kita punya khilaf dalam tawa canda
Meski tak membekas itu pasti ada


Kawan.............
Engkaulah mentari itu
Engkaulah cahaya itu
Engkaulah embun itu
Dan engkau jugalah angin itu.......

Mentariku, cahayaku, embunku dan kesejukanku
Pergilah............
Meski tak siap aku ikhlas.....
Kubiarkan engkau melangkah mencari kehidupan yang baru
Tapi tak kuzinkan engkau menghapusku
Dan biarkan aku melangkah mencari seseorang sepertimu
Berjanji engkau jiuga tak akan terhapus

Gapai mimpi tanpaku
Ku gapai mimpiku tanpa melupakanmu....
Kenang aku kawan........
Kenang aku yang menjadikanmu
Sosok indah hidupku.......

Sebuah kisah pasti akan berakhir
Dan akhir itu adalah awal kehidupan yang
Engaku berucap sambil terus melangkah menjauh..........

”kawanku
Cintamu telah menyatukan kita
Kasihmu telah mendamaikan jiwa kita
Izinkan aku menyimpan namamu dihatiku
Izinkan aku mengenangmu
Selamanya..........





Medan, 05 oktober 2010

CINTAKU UTUH AKHIRNYA TERSENTUH

Jawaban dari note “ CINTAKU UTUH, TAK TERSENTUH “


“Cintaku utuh tak tersentuh” menetes air mataku saat membaca note kecil dari facebook seorang ikhwan, terngiang terus semua kata- kata yang tertuang dalam note itu,

Ku tanya padamu,
pernahkah kau jatuh cinta? Ku akui, akupun juga
… Tapi tak pantas bagi kita mengumbar
rasa itu.. Rasa yg entah akan berlabuh di mana?
Lalu pikirkan, jika dia yang kau cinta, yang mengganggu tidurmu,
membuatmu menangis karena rindu, ternyata bukan atau mungkin tak
kan pernah menjadi pendampingmu, atau bukan kau yang dia pilih?
Tak malukah? Tak malukah?
Dalam beberapa hari aku hanya banyak diam, mengurung diri dikamar, halaqoh kutinggalkan, suro’2 penting kutinggalkan, waktu ku kuhabiskan dengan menangis dan menangis dikamar. Note itu seolah – olah menghujamku, Note itu seolah2 ditujukan padaku, n hanya padaku.. padaku yang telah di khitbah seorang ikhwan yang luar biasa, aktivis dakwah dikotaku, sedang aku,bukanlah seorang akhwat yang giat mengemban dakwah seperti kebanyakan akhwat lain, tapi itulah takdirku, AKU MENJADI WANITA YG TERPILIH , disaat banyak para akhwat yang menanti pemimpin sepertinya. Note itu seolah – olah bercerita tentangku, tentangku yang disisi lain masih mengharapkan seorang ikhwan bercelana goyang, hitam memakai kemeja coklat kotak yang selalu aku temui dikampus tempat aku memulai dakwah ini, bahkan jilbab ini juga berangkat dari sana, saat disebuah acara, dan dia sebagai moderator melantunkan ayat Allah “WANITA YANG BAIK HANYA UNTUK LELAKI YANG BAIK”,lalu, kumulilah memperbaiki diri karena aku juga berhak mendapatkan yg terbaik, dialah yang kuharap baik untukku. masih berharap ia datang mengetuk pintu rumahku, dan bertemu dengan kedua orang tuaku, mempercayakan aku sebagai wanita yang tepat untuk melahirkan anak- anak generasi ABU BAKAR, UMAR ATAU AISYAH dari rahimku. Masih berharap padanya, saat hidup ini telah diikat, saat diri ini hampir mengikat janji suci.

Tak pernah kusesali semua ini, ini adalah proses, hidayah Allah datang padaku melalui dia. Astaghfirullah’adzim,,, berulang x aku memohon kepada Allah, agar note itu jangn mengganggu hidupku. Tapi tidak, seolah2 note it terus mengejarku, mengikuti langkahku.

Lalu, apa masih mampu kau tatap wajah suamimu kelak
Dengan cinta yang seutuhnya
Jika ternyata dulu kau pernah menaruh separuh hatimu pada lelaki lain…
Wahai para lelaki, tak cemburukah? Tak cemburukah?
Tak cemburukah kau jika saat ini wanita yang kau pilih kelak sedang
menyerahkan hatinya pada lelaki selainmu,
namun ternyata kau yang akan meminangnya.
Tak sakit hatikah bila ketika bersamamu,
ternyata dia tengah membandingkanmu
dengan sosok lain dalam hatinya? Tak sedihkah?
Tak sakitkah? Tak cemburukah? Jika kau, para lelaki, menjawab
'ya' maka, itu pula yang kami, wanita, rasakan..

Benar, aku selalu membandingnya dengan dirinya. Entah apa yang sedang aku bandingkan, itulah hatiku. Y rob.....dosanya aku mendustakan niat tulus ikhwan sepertinya??? Dosanya aku telah mengkhianati kepercayaannya??alangkah berdosanya aku saat aku telah menjadi sebagain hidupnya, sedang aku tetap berharap yang tak mungkin untuk terwujud lagi???
Dosanya aku Rob???? Lalu kenapa aku harus membaca note ini setelah aku diikat??? Kenapa tidak sebelumnya??

Tak tahan lagi aku akan fikiran2 yang selalu menyalahkanku, kuambil secarik kertas, kumulai menuliskan kata – kata untuknya.

Assalamu’alaikum
Akh, semoga Allah selalu meeridhoi nilai tulus antum, semoga Allah juga memberkahi hidup antum, semoga cintaNya selalu mengiringi langkah antum.
Afwan, afwan jiddan akh!!
Ana tidak bisa melanjutkan ikatan ini pada sebuah pernikahan yang suci, jika dilanjutkan, ana telah menodai kesucian hubungan ini,
Afwan akah, afwan jiddan! Sebelumnya ana tidak bercerita kalau ana menyimpan nama lain dihati ini, berharap nama itu hadir dalam sisa hidup ana.
Afwan akh, kalau ana menyetujui niat antum tanpa berterus terang dahaulu pada antum.
Afwan akh, afwan jiddan!! Kalau antum menganggp ana mengkhianatai antum.

Afwan akh, afwan jiddan, hanya itulah yg bisa ana ucapkan.

Wassalam........

Seminggu setelah surat itu dikirim , tak ada balasan sama sekali. Sedang rasa bersalah itu semakin besar..

Handphone ku berdering, sms darinya
” assalamu’alaikum. Jazakalllah katsiron ukh atas kejujuran antum, sebelum semuanya berlanjut. Syukron ukh, kalau keputusan antum ini tepat, sebelum CINTAKU YANG UTUH TERSENTUH, mungkin takdir Allah menyebutkan bukan anti yang’MENYENTUHNYA, ana berdoa semoga CINTA ANTI UTUH, HANYA DIA YANG MENYENTUH. Bersabarlah ukh, semoga aLLAH MENYATUKAN KALIAN. WASSALAM”

Kaki dan Tanganku gemetar, tubuhku keringat dingin, jantungku berdetak kencang, kata-katany telah menggetarkan tubuhku, menemukan sebuah celah dihatiku. Aku menangis, tiba – tiba wajahnyalah yag menari dibenakku, dengan sebuah keluarga yang bahagai menari diangan – anganku.

Kuletakkan tanganku didadaku, kusebut namanya, jantungku kian berdetak. Tak seharusnya aku terbawa note itu, tak seharusnya aku mengambil keputusan hanya karena note itu. Keputusan yang membuat aku semakin merasa bahwa ” CINTAKU YANG UTUH, DISENTUH OLEHNYA ”, Dialah yg kini menyentuhnya ” CINTAKU UTUH, AKHIRNYA TERSENTUH”

Takkan pernah bosan ku ingatkan, bahwa yang
akan berlaku tetaplah ketetapan-Nya …. Sekuat
apapun usaha kalian jika tak sejalan dengan kehendak-Nya, maka tak
akan pernah terjadi.. .Lalu, buat apa kau mubazirkan waktumu?
Untuk apa Kau kuras energi? Kerana apa kau habiskan airmatamu?....
untuk orang yang belum tentu menjadi milikmu?
Untuk apa?

YA ROBB, KUATKAN AKU!!!!


MEDAN, 08 OCTOBER 2010

" PESANAN TIKET SURGA ALWAN "

Aku tak pernah berfikir, kalau keputusanku yang ku anggap g penting ini ternyata membuatku pusing plus ribet. Untuk mundur rasanya ga mungkin, sebab semuanya sudah terlanjur, seperti kata pepatah kuno, “ nasi tlah menjadi bubur “ meski memang hal ini tak ada hubungannya sama sekali dengan nasi apalagi bubur. Untuk berhenti, lebih ga mungkin, sebab ia terlanjur menikmati, apa hak ku menghancurkan kenikmatannya saat ini, meski aku Ibunya. Ya, aku sama sekali tak berhak mengenyahkan senyumamn Alwan,ya, namanya Alwan, aku lebih suka memanggilnya dengan panggilan “ Al…” lelaaki kecil berfostur sedang untuk ukuran anak kelas 1, lelaki tampan kedua setelah suamiku, lelaki yang menyempurnakan kodratku sebagai seorang wanita, katanya sih, tapi menurutku tidak ada yang luar biasa dengan kehadiran Alwan, ah.. naluri keibuanku mamang belum juga muncul meski status itu telah aku sandang lebih kurang 6 tahun, dan anehnya lagi aku tak pernah mengklhawatirkannya. ***************** Bukan alwan namanya kalau ga banyak Tanya, dan itu terkadang yang membuat aku ribet, karena aku bukan tipe wanita yang suka basa – basi, karena aktivitas bisnis onlineku yang sejak kuliah aku jalani memang membuat aku tak punya waktu untuk basa – basi, tapi, sibuk bisnis online hanya alas an yang aku buat – buat, toh aku tak begitu sibuk, aku masih sempat untuk meluangkan waktu sekitar 3 jam tiap harinya hanya untuk nonton atau apalah, tapi tidak untuk yang satu ini “ menjawab pertanyaan – pertanyaan alwan” Berawal dari kalimat” satu tiket ke surga” yang tak sengaja ia baca, buku yang ibu ima punya , ustadzahnya alwan disekolah. Alwan memang sudah terbiasa mendengar kata tiket, sebab suamiku sering membawanya ke arena main, yang notabennya selalu memakai tiket, jadi dia sudah paham benar makna kata tiket. “ klau ke surga pakai tiket juga ya ma” tanyanya saat perjalanan pulang dari sekolah alwan. “ siapa yang bilang” tanyaku balik, alwan memutar posisi duduknya menghadap aku,ia yakin benar kalau diskusi dengan mamanya kali ini akan berlangsung lama, “ tadi ustadzah ima bawa buku, dan alwan baca ada tulisan ‘ satu tiket ke surga “ ia mencoba menjelaskan, aku hanya diam, aku terlalu focus dari kegiatan menyetirku, “ surga itu untuk orang – rang baik ya ma?” tanyanya lagi, aku hanya mengangguk “ makanya alwan jangan nakal, supaya masuk surga” ucapku tanpa menoleh sedikitpun, “memangnya alwan nakal ya ma?” BANGET! Tapi mana mungkin aku sanggup mengucapkannya “ alwankan ga pernah nyuri uang mama, alwan juga ga pernah berantakin rumah mama, alwan selalu nurut kok kalau mama bilang apa aja” ucapnya melakukan pembelaan, aku paham, definisi bandel bagi alwan adalah seperti yang biasa Salman lakukan, dan jelas aku sebagai Ibu, selalu melarang alwan untuk bermain dengannya. Tapi defenisi bandel bagiku berbeda, kebawelan alwan yang kadang sungguh sangat terlalu berlebihan kuanggap sebuah kebandelan. “ ma, bisa dipesan ga tiket kesurganya?” aku kembali diam, “ ga perlu pake antrikan ma kalau mau mendapatkan tiket ke surga?” aku mengerutkan dahi, “ emangnya nonton bioskop, pake antrian tiket segala!” bathinku, melihat aku hanya diam, alwan semakin gencar untuk meluncurkan pertanyaannya “ kalau mau pesan tiketnya dimana ya ma? Anehnya anakkku, bathinku, ‘ dimana ma?” alwan terus saja bertanya “ alwan, udah deh, mama lagi nyetir ne!” ucapku sedikit membentak, dia meluruskan posisinya dan kulihat ia membukan tasnya, dan mengambil sebuah buku dan pinsil, lalu ia menuliskan sebuah kata “ alwan mau dapat tiket ke surga ma”, aku hanya menghela nafas. ***************** Malamnya, aku langsung menceritakan pertanyaan aneh alwan hari ini, meski memang bukan yang aneh lagi bagi kami mendengar pertanyaan – pertanyaan aneh alwan. “ aneh kan mas?” tanyaku menyimpulkan ceritaku. ‘ aneh dari mana, ya wajar lho Din, itu pertanyaan cerdas, tu artinya visi misi umi memilih sekolah agama berhasil “ jawab mas fahri puas, seolah – olah memastikan kalau kali ini pilhan ibu mertuaku benar. “ ya jelas aneh lho mas, usia alwan yang masih 6 tahun sudah bercerita tentang surga, apakai acara tiket ke surga lagi! Ucapku membantah, mas fahri hanya diam “ dari awalkan aku sudah bilang, alwan itu tidak perlu dimasukkan ke sekolah MIS ( madrasah ibtidayah swasta ), SD umumkan banyak, malah ada yang dekat lagi, kasihan otaknya alwan sebegitu cepat menampung dua pelajaran sekaligus AGAMA dan UMUM! “ emangnnya alwan itu kaya kamu, alwan itu cerdas, kaya mas “ jawab mas fahri puas plus senyumannya, “ sebenarnya yang aneh itu kamu, pelajaran agama itukan harus ditanamkan pada anak sejak dini, sebelum kertas putih itu tergores tinta, supaya nanti dia jadi anak yang sholeh, ga pengen pa punya anak yang sholeh?” aku hanya bisa diam kalau mas fahri mencermahiku, aku sadar betul doa “ ya allah berikan kami anak – anak yang sholeh dan sholeha “ jarang sekali aku panjatkan, karena keluargaku bukanlah keluarga yang religious, seperti keluargnya mas fahri, tapi untuk ukuran sholeh mas fahri itu belum ada apa2nya jika dibandingkan dengan ipar2ku apalagi kedua mertuaku, jadi menurutku wajar – wajar saja kalau doa ‘anak sholeh” tak pernah jadi daftar utama doaku. *********************** “ kata ustadzah, alwan bisa lho dapat tiket ke surga?” ucapnya senang, meski tak begitu jelas, ucapan itu ditujuakn untuk siapa, aku atau mas fahri. Tapi yang jelas, aku tak berniat untuk menoleh, apalagi untuk menanggapi, topic seperti ini rasanya konyol, aku tetap saja menatap layar lapotop, focus pada bisnis online ku. “ oh ya, ustadzah bilang begitu?” mas fahri mencoba menanggapi ucapan alwan, aku yakin benar kalau kali ini alwan pasti mengangguk riang! “ kalau kita di surga bisa minta apa aja y pa?” “ ia, alwan bisa minta apa saja, mobil2n, sepeda pokoknya semuanya” jawab mas fahri sambil beranjak mendekati alwan, ia mendudukkan alwan dipangkuannya, “ bisa minta supaya alwan juara 1 juga dong pa ?” mas fahri kembali mengangguk, dan allwan tersenyum puas, bahkan dia sama sekali tak melibatkan aku, akupun tak berniat untuk terlibat denggan topic “ tiket surganya alwan” “ kata ustadzah alwan bisa dapat tiket ke surga dari Mama pa, benar ya apa? Tanyanya lagi, spontan aku menoleh “ ustadzah bilang begitu?” tanyaku balik, alwan hanya mengangguk, “ tapi kata aisyah, yang boleh kasi tiket ke surga itu seperti uminya aisyah, sepperti ustadzah juga!” lagi – lagi aku mengerutkan dahi, sedang mas fahri hanya diam, menunggu ucapan alwan selanjutnya” mamakan ga berjilbab pa, g seperti uminya aisyah, apa bisa alwan dapat tiketnya?” ekspresii alwan kini berubah, ia kelihatan sedih dan menyesal, sedang emosiku mulai melunjak “ apa sih maksud ustadzahnya alwan, aku besok harus labrak tu ustadzah, dia membuat anakku semakin aneh !” bathinku disertai mimic wajah emosi, mas fahri memandangku lalu tersenyum, “ kalau gitu, suruh mama pakai jilbab al, biar alwan bisa dapat tiket ke surga dari mama?” aku membelalakkan mata, ‘usulan konyol ‘ bathinku, ‘ ia ma, pakai dong jilbabnya” pinta alwan, lebih tepat “ memerintahkan aku “. Aku menutup laptopku, aku tak berniat lagi untuk melanjutkan pekerjaanku, aku beranjak meninggalkan mereka menuju kamar, kali ini aku benar – benar marah, marah pada semuanya, pada alwan yang belakang jadi aneh gara – gara tiket surganya. Aku masih bisa mendengar dari kamar, pertanyaan – pertanyaan alwan tentang tiket ke surge?” dan malamkupun kututup dengan hal konyol “ tiket surga”. ********************** Hari ini aku lebih awal menjemput alwan, aku sudah tak sabar untuk meminta pertanggung jawaban kepada ustadzahnya alwan atas tingkah alwan yang tiba – tiba semakin aneh. Aku tiba di sekolah saat jam pulang sekolah masih 30 menit lagi, aku berdiri tak jauh dari ruangan alwan, sepintas aku mengintip, anakku memang super aktif, ia terus berbicara, terkadang persaan Bangga itu juga muncul, semua ibu pasti memimpikan anak yang cerdas, aktif dan hebat, aku salah satunya, sayangnya aku tak peduli dengan karunia itu. Seseorang menghampiriku, wanita berjilbab hijau itu tersenyum melihatku “ assalamu’alaikum, mamanya alwan ya?” ucpnya ramah, dlam hati aku sudah bisa menebak, siapa wanita ini “ wa’alaikumsalam, benar, ustadzahnya alwan?” aku balik bertanya, ia tersenyum lalu mengangguk, melihat senyumn ramah itu, aku tak tega untuk melancarkan aksi marah – marahku yang sudah kurancang tadi malam. Perbincangan iitupun berlangsung ramah dan menyenangkan. “ alwan selalu Tanya padaku tentang tiket ke surga” ucapku membuka topic utama yang ingin aku sampaikan, wanita itu tertawa lembut “ dan aku kelelahan menjawab semua pertanyaan alwan tentang tiketnya” ucapnya sambil tersenyum, aku terkejut” wow…ternyata bukan aku saja yang kelelahan mengahdapi alwan cerdas,” mbak sungguh beruntung, punya alwan, kalau boleh aku iri, aku sudah pasti iri, kalau boleh aku fungkiri nasib, aku sudah pasti bertanya pada tuhan, kenapa aku tak dikarunia anak seperti alwan” ucapnya masih dengan senyumannya, pengakuan yang sungguh sangat jujur, dan aku bahkan tak pernah melakukan pengakuan seperti itu.” Alwan pernah bertanya, kalau mau pesan tiket ke surga dimana? Lama sekali aku diam, kira – kira jawaban seperti apa yang tepat untuk menjawab pertanyaan unik ini, sebab aku tak mau salah menjawab” ya allah, ia sama sekali berfikir keras untuk menjawab pertanyaan anakku, sedang aku sering mengabaikannya, “ lalu, apa jawaban untuk alwan?” tanyaku “untung saja aku sudah selesai membaca buku “ satu tiket ke surga “, orang yang pantas untuk kita pintai tiket ke surga adalah ibu kita, orang yang pertama kali yang memberikan pengorbanan untuk kita, tak tanggung pengorbanannya, nyawa, nyawa tak berarti apa – apa asal alwan terlahir, makanya surga itu ditelapak kaki ibu, jadi minta tiket ke surge ke mama al,! Wanita itu menjawab seolah – olah aku ini alwan, aku hanya diam, sebegitu pentingkah perananku bagi alwan, sampai – sampai tiket surga yang alwan impikan harus melalui aku,” alwan juga pernah bilang mbak, kalau mam itu cantik kalau lagi sholat, jadi alwan pengen lihat mama sholat terus, biar kelihatan cantik “ ucapnya saat aku hanya diam, “dasar alwan, gombalan mas fahri menular ke kamu” tapi benarkah aku secantik itu dimata anakku? “ oh ya mbak, alwan belum hapal yang bacaan sholat?” tanyanya memecah kebisuan kami,” belum sih mbak, memangnya kenapa?” jujurnya, kini aku begitu malu untuk mengakui kalau anakku belum hapal bacaan sholat, kemana ja sih rasa keibuanku selama ini, kok baru sekrang nongolnya! Aku pun berjanji dalam hati, pulang sekolah kita belajar sholat ya al “ alwan pernah minta diajari sholat, katanya papanya sibuk kerja, dan takut kalau mamanya marah kalau alwan minta sama mama!” ahhhhhhhh, rasanya pengen mencopot kepala ini lalu menyembunyikannya dibagasi mobil, sebab kali ini sungguh sangat mencambuk kata kata itu, malu yang kurasa kini sungguh sangat luar biasa “ soalnya alwan mau pesan tiketnya 3, untuk mama dan papa juga, kapan aku bisa mendapatkan anak seperti itu y mbak? Tanyanya lagi padaku, sebegitu banggakah wanita ini pada seorang anak yang sering ku abaikan? “ mudahan2 saja ada alwan kedua di bumi ini untuk mbak miliki, yang tentunya harus lebih baik dari alwanku” ucapku mencoba menenangkan wanita, aku berffikir ejenak sejak kapan aku peduli sama harapan2 orang lain, dan kini aku melakukannya, aku peduli sama harapan wanita ini, sebegitu hebatkah kodratku ini, sebegitu muliakah peranan ibu yang sedang kusandang ini, sampai2 aku bisa berubah peduli pada orang lain hanya dengan hitungan detik, semua hanya karena “aku” katanya tempat alwan untuk memsan tiket surganya, benarkah surga itu ada ditelapak kakiku, dan mengapa aku begitu mengabaikan pinta anakku yang menginginkan surga dari ku, ?“ mama” alwan berlari dan memelukku, wajahnya berseri melihat aku menunggunya, sebab ini jarang sekali terjadi, biasanya alwan yang menungguku. Ntah kenapa aku ingin memeluk alwan, akupun memeluknya di depan wanita itu, aku mengangatkannya, rasanya sudah lama tak melakukan ini, dan aku baru sadar kalau anakku ternyata sudah begitu besar “ mamakan capek, alwan g capek kok, jadi g perlu digendong ‘ ucapnya lembut aku kembali tersenyum dan membiarkan melepaskan pelukkanku. “ alwan g bohongkan ustadzah, kalau mamanya alwan itu cantik, g kalah cantik ma uminya aisyah” ucapnya girang, membuat aku tersipu malu, tapi setitik airmata yang jatuh dari sudut mata ini bukan karena “ tersipu malu “ itu, tapi karena rasa bangga yang kini menghujam hatiku, rasa sayang dan cinta yang tiba2 ingin aku curahkan seluruhnya untuk alwanku, rasa syukur yang membuat aku ingin sekali tiba dirumah dan menghadapNYa, bersujud syukur atas karunia yang selama ini aku abaikan ************************ “ ma, alwan boleh ya pesan tiket surganya??” ucapnya pelan, takut kalau – kalau aku marah, tapi kini mama g akan marah al, aku sudah jatuh cinta padamu anakku, aku mengangguk, kulihat ia tersenyum puas, “nanti kalau alwan sudah bisa sholat, alwan bisa nambah pesanannya g ma? Tanyanya lagi, “ boleh al!” jawabku singkat, sesekali menatapnya sambil tersenyum “ alwan akan pesanin tiket untuk mama dan papa juga, kan papa dan mama sibuk, biar alwan yang pesani aja!” ucapnya polos, kenapa sih al hari ini kau membuatku begitu bangga dengan posisiku, kenapa g dari kemaren2, bathinku, tak terasa sudut mataku basah lagi, kenapa aku jadi begitu cengeng hari ini Al, “ maafin mama al!” ucapku dalam hati, iia mendekatiku melingkarkan tangannya keleherku, ia memelukku “ alwan sayang mama!” ucapnya sambil menciumku, “ mama sayang alwan juga, selmanya al! ************************** Ada yang berbeda dengan keluargaku akhir – akhir ini, malamku tak kusibukkan lagi dengan bertumpu di depan laptop, tapi ku ganti dengan menemani alwan belajar disampiingnya, memperkenalkannya dengan sebuah buku kisah kisah nabi yang sudah lama ibu mertuaku beri untukku, hanya saja aku onggokkan di lemari, siangku juga tak ku habiskan lagi dengan mengunjungi seminar2 fashion, tapi kuhabiskan dengan belajar masak, rasanya baru menyadari tak pantas membiarkan anak dan suami makan nasi catring selama ini , aku ingin masakanku jadi hal yang dirindukan oleh suamiku dan anakku kelak, meskipun rasanya telat bagiku untuk belajar di usia ini, dan semua yang kulakukan ini hanya untuk alwan, aku ingin memantaskan diri untuk sepantas – pantasnya tempat alwan menanti pesanan tiket surganya, jika alwan begitu gigih memesan tiket surga dariku, kenapa aku tidak, aku tak mau kalah dengan alwan, aku juga harus gigih memsan tiket surgaku, yang aku dapatkan dari suamiku “ surganya anak ada di Ibu, dan surganya Istri ada pada Suami !” dan untuk pesanan tiket surgaku, aku harus berjuang menjadi istri dambaan mas fahri, aku juga pingin menjadi menantu kebanggaan mertuaku, dan semua yang harusnya ada dari dulu, kini baru benar2 aku inginkan, semuanya hanya karena aku ini Ibunya alwan tempat alwan untuk “ memesan tiket surganya”. ******************* “ ma, hari ini mama ulang tahunkan?” Tanya alwan pagi itu, saat kami sedang sarapan, aku dan mas fahri saling bertatapan “ alwan juga dong?” jawab kami serempak, alwan tersenyum sumringah, tiba – tiba ia meninggalkan meja makan dan kembali lagi dengan sebuah bingkisan. “ ma, alwan ada kado untuk mama, SELAMAT ULANG TAHUN YA MAM, ALWAN SAYANG MAMA” ucapnya sambil menyodorkan bingkisan itu, aku tak langsung menerimanya, akupun mengambil bingkisan yang aku sembunyikan didalam tasku “ mama juga ada kado untuk Alwan, SELAMAT ULANG TAHUN AL, TETAPLAH JADI ALWAN MAMA, MAMA JUGA SAYANG MA ALWAN “ ucapku juga menyodorkan bingkisanku, ia meletakkan bingkisannya di pangkuanku dan mengambil bingkisan milikku. “ inikan alqur’an ma, alwankan belum bisa baca ma?” ucapnya sedih sambil menatapku “ mama dan papa yang akan ajari alwan,! Ucap mas fahri membuat senyuman itu kembali terukir di wajah alwan, “ benar! Mama dan papa yang ajari alwan?” tanyanya lagi seolah – olah tak yakin dengan janji kami, mungkin alwan masih memikirkan kesibukan kami, tapi tenang al, kesibukanku kedepan adalah menemanimu nak menggapai tiket surgamu. Kami mengangguk puas melihat senyuman alwan, “ kalau lobe tu dari papa al, biar alwan makin ganteng kalau lagi sholat, ketemu allah kan harus ganteng !” alwan kembali tersenyum “ ia pa, mama juga cantik kalau lagi mau ketemu allah ! ucapnya, “ anakku beenar2 bangga padaku “ bathinku, kini giliran aku yang membuka bingkisan dari alwan, jilbab berwarna Ungu menyambut senyumanku, aku hanya diam sedikit cemberut “ kok warna ungu sih al, mamakan g punya baju warna ungu, lagian mama g suka warna ungu al!” alwan hanya tertawa “ itu nenek yang milihan ma!” ucapnya seolah itu bukan kesalahannya “ akukan ingin jjadi menantu kebanggaan ibu mertuaku, “hehhe, kok warna ungu kali ini cantik ya Al, kelihatan beda, mama suka deh!” ucapku lagi dengan senyum terpaksa, sesaat kulirik mas fahri, ia tersenyum geli melihat ekpresi senyum palsuku. “ oh ia, ada satu lagi Al, khusus dari mama, hanya darii mama!” “ apaan ma!’ Tanya alwan, tak sabar dengan hadiahku yang berikutnya, aku mengeluarkan sebuah kertas bertintakan emas, yang aku pesan dan dirancang oleh seseorang yang ahlidesign tampilan unik dan indah, “ hah……tiket? Ini tiket kesurga ma?” Tanya alwan dengan bangganyany, cepat aku mengangguk “ Tiket tujuan surga, pemesan: alwan” alwan mencoba membaca semua tulisan emas yang dituliskan di kertas itu. Di ujung kertas sebelah kanan sengaja aku tambahkan tulisan “ Mama sayang Alwan” alwan memboolak balik tiket itu, ia kelihatan Puas, “ besok alwan mau tunjuki tiket surga alwan ke ustadzah juga aisyah “ ucapnya puas, hari ini memang banjir dengan senyuman alwan, aku ( mama ) juga mas fahri ( papa ), senyuman keluargaku. “ oh ia ma, tiket ini bisa tu bawa mama dan papa ke surga jugakan?” tanyanya, spontan aku dan mas fahri saling menoleh, kembalii jawaban kami hanya tersenyum, aku juga tau alwan tak membutuhkan jawaban apalagi penjelasan karena kulihat wajahnya masih penuh dengan senyuman, tapi spontan kulihat mata binary alwan redup dan ia kelihatan kebingunan, ia terus membolak balik tiketnya, belum sempat aku bertanya tentang apa yang sedang alwan cari, alwanpun bertanya “ oh ya ma, kok gad a jadwal keberangkatannya?” kamipun saling pandang, mas fahri menaikkan alisanya, meminta aku untuk menjawab pertanyaan alwan, aku hanya menggeleng, kamipun menatap alwan yang masih menunggu jawaban kami “ hehehe,,, alwan biisa aja deh “. “ mama g pernah tau al, kapan alwan akan berangkat ke surga, mama juga ga tau, siapa diantara kita yang duluan dapat pesanan tiket surga yang masing2 sudah kita pesan, tapi yang mama tau, surga akan selalu terbuka untuk anak seperti mu al,tuk anak sholeh seperti mu al, surga ditelapak kaki mama, mama serahkan seutuhnya hanya untukmu, tak pun kau pesan surga ini, aku tetap akan aku berikan untukmu al,, Terimakasih untuk Pesanan Tiket surgemu Al” bathinku Ayoooooooooooooo,,, mari berlomba2 untuk mendapatkan tiket ke surga kita, semoga bermanfaat. Aminnnn
“ special untuk buah hatiku “ AHMAD ABU BAKAR “ Medan, 19 Maret 2011

Rabu, 28 Maret 2012

TANGISAN BERDARAH SIKECIL DI BUMI PARA NABI

Bisa aku lihat siapa DIA.......
dia layaknya seperti anakku, yang seharusnya tertawa dalam sebuah rumah kecil, indah bak surga,,,, jikapun dia tdk tertawa, dia boleh menangis,,, tapi layakkah dia menangis ditempat seperti itu????
menjerit....
ketakutan....
kelaparan........
ahhhhhhh g tau mau bilang apa lagi,,,,, semua nya telah membuat aku bungkam,,,,,, merasa seperti dicambuk.. dengan pola hidup kita yang terlalu banyak tertawa.... sedang disana untuk bernafaspun sulit.... dengan pola hidup yang semua serba " dimanjaain " sedang disana yang seharusnya dimanja tak tau mau bermanja pada siapa.... dengan pola hidup yang selalu mengeluh... sedang dia disana mencoba untuk siap meski nyawa yang jadi imbalannya.. kubayangkan,,,,,, dia itu ankkku,,,,, adikku.... ibuku.... ayahlku....... bisakah aku diam????? masih pantaskah untukku tertawa.....
jawab dong des........ jawab......... katakan padaku apa yang bisa aku lakukan untuk kembalinya senyumannya..... katakan padaku apa yang bisa aku lakukan untuk mengembalikan damainya negeri para nabi.... walau aku bukanlah hamba hafal alqur'an 30 juz... walau aku bukanlah hamba yang tau dan hafal banyak hadist..... walau aku bukanlah hamba yang taat.... walau aku buknalh........ ahhhhh cukup Allah saja yang tau diri yang hina ini meski aku tak punya itu semua..... tapi,,,, izinkan aku tuk benar2 berharap agar an-nur :55 cepat terwuju demi tegaknya kalimat suci " lailahaillallah,,,,muhammadarrosulullah" agar tangis sikecil dibumi para nabi dapat tergantikan dengan senyuman
surga untukmu duhai para mujahid / mujahidah kecil

Selasa, 27 Maret 2012

FARADISE FAMILY ( KELUARGA HRP )

the paradise harahap...... sebuah keluarga yg aku syukuri.... krn Allah telah memberikan mereka untukku.....
ada papa yg kuanggap sbg PAHLawaN KAMI,yag hoby membeli brg secara mendadak,,,kdg yg tak pentingpun dibeli...hahhaha.....kalau mau jalan2 ma papa, super ribet,,,,krn papa hobynya mendesak dan terburu2, jadilah jln2 kami tak menyenangkan, tapi itukan diawal keberangkatan ja, tapi selalu krn didesak, biasanya ada ja yg ketingglana, akhirnya MEREPET lah papa didalam MOBIL sambil nyetir....saat itu kamicuma diam dan senyum2...tapi kalau msalah uang,,hm,,,papa g hitung2n kayak bunda.....apalagi kalau aq yg minta hehehg.......papa......kami sayang kamu....
ada BUNDA yg kami sebuat sebagai MALAIKAT kami.......yg kalau minta sesuatu itu lebih baik ma bunda....krn bunda meski hitung2n tapi.....hm....subhanallah baik bgt.....pelit,terkadang,,,,,suka bgt nyruh beli miso, walau hujan turun,,,,, kami suka bgt ngekori bunda, kalau bunda lagi dikamar, berkumpulkah kami ber 7 dikamar,kalau bunda pindah kedapur, maka secara tak diminta kamipun kedapur, bunda keteras, kami pasti ngekor juga,,jadilah bunda merepet " tu dia umaki,tu si hamu, awasleh hamu,,,mambaen ribut,,,,,songon hamu sajo na puna huta,,,," kamipun tertawa.....biasanya mbk fe yg akan menjawab " Bunda ne lucu,,,,lihatlah ayam,,kman induknya kesitu juga anaknya" dan bunda hanya terus merepet samapai disuguh dengan indomie barul;ah diam,,,hehhehe,,,,BUnda,,,,u ar aour life.....
ada mba fe, anak 1 yg g rapian, tpi klu soal penampilan,,hm,,jgn ditanya...dialah jagonya.....dia cantik,,,manis,,,,,,juga berantakan......tpi wludemikian ia ttp yg jadi tauladan kami....yg kalem2...saking kal;emnya...bisnis kami kandas tak jelas.......hahahagg, kasihan papa TUMPUR......
ada k'tika, putri kdua yg buat rame rumh ini..... YG SUARANYA PLING KUAT.....SUKA TERIAK2 TAK JELAS....yg suka kotak katik barg milik org.....yg tiap hari selalu ngecilin celana, motong baju.... walau kdng bjunY MLH KEKECILAN HAHAG.....TIADA HR TNPA MESIN JAHIT....satu lagi dia hobynya"BANGKONG" mendapati dia di jam 8 pagi tu hal yg sangat langka......hehehehg
ada k'yaya, itu aq. mereka bilang pling aq cerewet, tiada hr tnpa merepet, YG hobynya ngepel dan ngepel....... tiada hari tanpa ngepel.....kalau papa bilang saya tu " TUKANG PROTES".....idealis yg g jel;as....,,klu k'tyka bilang aq ne lintah darat, tukang porot papa.hm...masak sih,,,aqkan anak kesayangan papa!hehheg....
ada dhana, sidogil , pling payah dan g bisa disuruh,,,,,plus g pedulian,,musuh bebuyutan bunda,,hehehhe,,,krn mereka sering perang dingin,,,,pernah dikunci papa dikamar mandi, krn suka bgt mandi waktu adzan magrib berkumandang,,jadilah dia mahgripan dikamar mandi,,,hehehhe,,,,tapi dia rajin belajar, meski sering keluyuran juga, danm aku selalu yg ngomelin dia.....mpe dia bilang"kayak mamaku ja la u k'ya"....selain itu, dia juga suka bikin suprice ke bunda,,,mseki tu jarang sekali terjadi.....krn dia tu peli, kayak mbk pe,,POLIT,,,kata sidela...hehehhe.... tapi dia calon musisi lho, hobiny main gitar, organ,,dan itu semua difasilitasi papa....
ada lola, yg paling LEBAY plus CENGENG,,,,,,,malas,,,,,,tapi kalau digertak sedikit langsung oc....payah bnget dibanguni waktu sd dulu, tak jarang aku sering menyiramnya,,,,,hobinya tak jolas....macamlah.....oh...dia tu hoby bgt ngabisi makanan dirumah, alias congok,,,hahahhah,,,,dis dapat gelar oleh 'tika "AYAM POTONG"...coz badanya besar ngt dah.....dia tu pinter,,,,,salah satu anak kebanggaan papa, krn dia penerima beasiswa smp 3 tahun di internasional scholing darul ilmi medan oleh bupati labuhan batu langsung........ papa juga suka nyuruh dia, dan dia sgt nurut ma papa.....dia juga suka menabung,,,uang jajan dia selalu ditabungh,kalau sudah mencapai 500 ribu, biasanya ia belikan bunda baju jubah batik 1 plus jilbabnya.......dia memang baik bgt,wlu kdg suka pelit juga......
ada ami, anak ke 6 papa,masih sd,,,paling imut,pling kurus jug paling hitam......hobinya main mpe lupa jadwal mengaji,,,dan biasanya dia pulang kerumah setelh jadwal ngaji brelalu 1 jam, dan aq biasanya sudah menunggunya didepan pintiu smbil membawa sapu,,,,"maafkan kk y dek,,," biasanya dia selalu bilang "ka'ya...ampun k'yaya.."......dia juga cerdas,,,, suka nanya yg aneh2,,misalnya saat aku suruh dia sholat " ah,,,cpek ami sholat,,,bukan Allah kabulkan doa ami...."mmgnya doanya apa sayang,,,"juara 1 la ami napa....." dia juga suka mengikuti lomba, orgnya pengen sellau tampil,,,,bela - balinlah aku n k'tika menempuh hujan dimalam hari krn dia minta dibelikan septau tumit tu lomba busana muslim waktu 17 an.... dan alhamdulillah, dia selalu menang.,,,,,orgnya pantang menyherah.,,,pling hoby nulis surat buatku, lalu diletakkannya dibawah bantalku,,,"k'ya,,,kk jgn pergi kmdan lagi napa, g da yg perhatikan ami lagi,,,g da kwn ami tidur lagi,,,,,ami sayang k'yaya" g lupa di akhir suratnya dia selalu bilang sayang ma aq,,biadanya ini terjadi setelh aku marah ma dia,,,selain itu juga, dia adalah satunya org yg sering ngumpet2 pake hp bunda tuk nelpon aku sambil menagis dia bilang " kpn kk pulang?" dan aku sayang ma dia,,,,,,
dela agustian,,,aku tak menyangka klu aku punya adik seimut dan sesopan dela,, walau masioh kecil, kelihatn dia tu sopan, pembersih, kmn2 harus pke selop beda ma ami, yg susah bgt tu pke sendal,,,,sitomboy kami, g mau pek baju cew, hobinya pake baju yg ada gmbar supermen atau mobil2n balap.... bahkan lebaran kemarenb kami benar2 cari baju cow tuk dia, jika tidk demikian dia sm seklai tak ingin pake baju.....pokonya tomboy bgt dah, tapi dia tu manja, paling suka dimintai tolong, diusisnya yg ke 5 thn, bleum jles ngomongnya,,,, hobinya nonton film horor, trus suka bgt ngajakin jln2 sore ke femado, beli es krim,,,,,permintaannya bnyk,,,klu tdk dituruti dia g nangis, tapi dia sambil menatap sinis,,,dia tu hebat,cerdas,,,suka bengun pagi hari,,,,g begitu suka keluyuran,. lebih suka nemani bunda masak......suka bgt ma upin ipin apalagi si ihsannya....dela,,,,,,kk sayang dela.......
terakhir ABU bAKAR, anakku _pele_ple_hehehheg.....sifatnya jadi ke cew2n,kr kmi cew semua, pling dekt ma papa, krn kakeknya,,,,makanaan no 1, congok bgt dah,hobinya nionton, g suka keluyuran main dengan sebayanya, lebih memilih main game dari hp,....pling bisa ,mengoperasikan hp,, permaiana jangn ditanya, diakan plak sendiri klu dalam permaianan itu dia klah,,, dikan akan minta kami tuk menemaninya main game, apalagi sekarang papa belikan dia Vs, akhinrya betah dirumah,,,,,24 jam didepan vs......TOTEM TOLE...adalah kata2 lucu yg diingat darinya,,,,paling ganteng, tapi emosian,paling lembut malah kayak cew,,,,,hobinya juga menganteng, g mau pek baju habis mandi i kalau bukan pake baju kemeja plus jean yg dia sebut "pake baju teng abu amah".......jika tidk dituruti plg suka marah,,,,,juga merupakan musuh dela, selalu saiangan ma dela...hahahahhag......lucu bgt...diusianya yg ke 3 thn ne.....
ah masih bnyak hal yg ingin diceritakan tentang the paradezi harahap...... pokonya ramai bgt dah rumah kami,,, dengan tingkah yg beragam,.,.,,, diiringi candaan diteras setiap malamnya........ pokoke..... aq bersyukur bgt punya keluarga spt ne...... ALhamdulillah Y ROB.... tolong ABADIKAN KEBERSAMAAn KMI hingga nantinya kami punya keluarga sendiri,,, tapi kebersamaan ini tak boleh hilng.....

jangan khawatir,,, tapi khawatir lah

j

angan khwatir ketka orang tak bisa berbuat baik pada kita,,,

tapi khawatirlah ketika kita tak bisa berbuat baik pada orang lain,,,,

jangan khawatir ketika kita tak dicintai.....

tap khawatirlah ketika kita tak bisa menghargai cinta orang lain,,,

jangan khawatir ketika kita tak juga menemukan orang yng tepat untuk dijadikan teman

tapi khawatirlah ketika kita tak bisa menjadi sahabat yang tepat....

jangan khawatir ketika kita tak juga menemukan cinta .....

tapi khawatrlah ketika kita tak mampu memperbaiki diri untuk menerima sebaik2nya cinta......

jangn khawatir ketika doa kita tak juga dikabulkan olehNya

tapi khawatir lah ketika kita tak mampu bersukur atas apa yg kita miliki saat ini....

jangan khawatir ketika kita tk dihargai atas jiwa yang kita miliki

tapi khawatirlah ketik kita tak mampu mengharga jiwa yang dihadirkan untuk kita....

jangan khawatir ketika kk tak bisa menangis

tapi khawatirlh ketika kita tak bisa tersenyum atas kebahagiaan orang lain.......

jangan khawatir ketika pengorbanan kita tak di lihat...

tapi khawatirlah ketika pengorbanan orangl ain kita abaikan

jangan khawatir ketika kehadira kt tak dianggap....

tapi khawtirlah ketika kita tak mengaggap kehadiranNya.....

jangan khawatir ketika aib kita tersibak...

tapi khawatirlah ketika kita tak bisa menutup rapat aib orang lain...

teman....

jangan khawatir sesuatu yang buruk menimpamu

karna keburukan tak akan menimpa hidup orang2 yang mengisi waktu dan jiwaya dengan kebaikan....

krn Dia hanya akan menghadiahkan kehidupan yang baik bagi orang2 yang mengisi hari2nya dengan kebaikan

Dia melihatmu

Dia memperhatikanmu

Dia mencintaimu..

Dia menyayangimu....

itulah sebabnya kita dminta untuk selalu Melihat da Memperhaatikan Ciptaannya seraya bersyukur karena semua yang Ia berikan telah membuat kita sebagai sosok makhluk yang sempurna....

itulah sebabnya Ia meminta kita untuk menyyangi dan mencintai atas namaNya....

itulah sebabnya,,,,

jangan Khawatir...

tapi khawatirlah...

minggu, 26 Februari 2012