Sabtu, 09 Oktober 2010

CINTAKU UTUH AKHIRNYA TERSENTUH

Jawaban dari note “ CINTAKU UTUH, TAK TERSENTUH “


“Cintaku utuh tak tersentuh” menetes air mataku saat membaca note kecil dari facebook seorang ikhwan, terngiang terus semua kata- kata yang tertuang dalam note itu,

Ku tanya padamu,
pernahkah kau jatuh cinta? Ku akui, akupun juga
… Tapi tak pantas bagi kita mengumbar
rasa itu.. Rasa yg entah akan berlabuh di mana?
Lalu pikirkan, jika dia yang kau cinta, yang mengganggu tidurmu,
membuatmu menangis karena rindu, ternyata bukan atau mungkin tak
kan pernah menjadi pendampingmu, atau bukan kau yang dia pilih?
Tak malukah? Tak malukah?
Dalam beberapa hari aku hanya banyak diam, mengurung diri dikamar, halaqoh kutinggalkan, suro’2 penting kutinggalkan, waktu ku kuhabiskan dengan menangis dan menangis dikamar. Note itu seolah – olah menghujamku, Note itu seolah2 ditujukan padaku, n hanya padaku.. padaku yang telah di khitbah seorang ikhwan yang luar biasa, aktivis dakwah dikotaku, sedang aku,bukanlah seorang akhwat yang giat mengemban dakwah seperti kebanyakan akhwat lain, tapi itulah takdirku, AKU MENJADI WANITA YG TERPILIH , disaat banyak para akhwat yang menanti pemimpin sepertinya. Note itu seolah – olah bercerita tentangku, tentangku yang disisi lain masih mengharapkan seorang ikhwan bercelana goyang, hitam memakai kemeja coklat kotak yang selalu aku temui dikampus tempat aku memulai dakwah ini, bahkan jilbab ini juga berangkat dari sana, saat disebuah acara, dan dia sebagai moderator melantunkan ayat Allah “WANITA YANG BAIK HANYA UNTUK LELAKI YANG BAIK”,lalu, kumulilah memperbaiki diri karena aku juga berhak mendapatkan yg terbaik, dialah yang kuharap baik untukku. masih berharap ia datang mengetuk pintu rumahku, dan bertemu dengan kedua orang tuaku, mempercayakan aku sebagai wanita yang tepat untuk melahirkan anak- anak generasi ABU BAKAR, UMAR ATAU AISYAH dari rahimku. Masih berharap padanya, saat hidup ini telah diikat, saat diri ini hampir mengikat janji suci.

Tak pernah kusesali semua ini, ini adalah proses, hidayah Allah datang padaku melalui dia. Astaghfirullah’adzim,,, berulang x aku memohon kepada Allah, agar note itu jangn mengganggu hidupku. Tapi tidak, seolah2 note it terus mengejarku, mengikuti langkahku.

Lalu, apa masih mampu kau tatap wajah suamimu kelak
Dengan cinta yang seutuhnya
Jika ternyata dulu kau pernah menaruh separuh hatimu pada lelaki lain…
Wahai para lelaki, tak cemburukah? Tak cemburukah?
Tak cemburukah kau jika saat ini wanita yang kau pilih kelak sedang
menyerahkan hatinya pada lelaki selainmu,
namun ternyata kau yang akan meminangnya.
Tak sakit hatikah bila ketika bersamamu,
ternyata dia tengah membandingkanmu
dengan sosok lain dalam hatinya? Tak sedihkah?
Tak sakitkah? Tak cemburukah? Jika kau, para lelaki, menjawab
'ya' maka, itu pula yang kami, wanita, rasakan..

Benar, aku selalu membandingnya dengan dirinya. Entah apa yang sedang aku bandingkan, itulah hatiku. Y rob.....dosanya aku mendustakan niat tulus ikhwan sepertinya??? Dosanya aku telah mengkhianati kepercayaannya??alangkah berdosanya aku saat aku telah menjadi sebagain hidupnya, sedang aku tetap berharap yang tak mungkin untuk terwujud lagi???
Dosanya aku Rob???? Lalu kenapa aku harus membaca note ini setelah aku diikat??? Kenapa tidak sebelumnya??

Tak tahan lagi aku akan fikiran2 yang selalu menyalahkanku, kuambil secarik kertas, kumulai menuliskan kata – kata untuknya.

Assalamu’alaikum
Akh, semoga Allah selalu meeridhoi nilai tulus antum, semoga Allah juga memberkahi hidup antum, semoga cintaNya selalu mengiringi langkah antum.
Afwan, afwan jiddan akh!!
Ana tidak bisa melanjutkan ikatan ini pada sebuah pernikahan yang suci, jika dilanjutkan, ana telah menodai kesucian hubungan ini,
Afwan akah, afwan jiddan! Sebelumnya ana tidak bercerita kalau ana menyimpan nama lain dihati ini, berharap nama itu hadir dalam sisa hidup ana.
Afwan akh, kalau ana menyetujui niat antum tanpa berterus terang dahaulu pada antum.
Afwan akh, afwan jiddan!! Kalau antum menganggp ana mengkhianatai antum.

Afwan akh, afwan jiddan, hanya itulah yg bisa ana ucapkan.

Wassalam........

Seminggu setelah surat itu dikirim , tak ada balasan sama sekali. Sedang rasa bersalah itu semakin besar..

Handphone ku berdering, sms darinya
” assalamu’alaikum. Jazakalllah katsiron ukh atas kejujuran antum, sebelum semuanya berlanjut. Syukron ukh, kalau keputusan antum ini tepat, sebelum CINTAKU YANG UTUH TERSENTUH, mungkin takdir Allah menyebutkan bukan anti yang’MENYENTUHNYA, ana berdoa semoga CINTA ANTI UTUH, HANYA DIA YANG MENYENTUH. Bersabarlah ukh, semoga aLLAH MENYATUKAN KALIAN. WASSALAM”

Kaki dan Tanganku gemetar, tubuhku keringat dingin, jantungku berdetak kencang, kata-katany telah menggetarkan tubuhku, menemukan sebuah celah dihatiku. Aku menangis, tiba – tiba wajahnyalah yag menari dibenakku, dengan sebuah keluarga yang bahagai menari diangan – anganku.

Kuletakkan tanganku didadaku, kusebut namanya, jantungku kian berdetak. Tak seharusnya aku terbawa note itu, tak seharusnya aku mengambil keputusan hanya karena note itu. Keputusan yang membuat aku semakin merasa bahwa ” CINTAKU YANG UTUH, DISENTUH OLEHNYA ”, Dialah yg kini menyentuhnya ” CINTAKU UTUH, AKHIRNYA TERSENTUH”

Takkan pernah bosan ku ingatkan, bahwa yang
akan berlaku tetaplah ketetapan-Nya …. Sekuat
apapun usaha kalian jika tak sejalan dengan kehendak-Nya, maka tak
akan pernah terjadi.. .Lalu, buat apa kau mubazirkan waktumu?
Untuk apa Kau kuras energi? Kerana apa kau habiskan airmatamu?....
untuk orang yang belum tentu menjadi milikmu?
Untuk apa?

YA ROBB, KUATKAN AKU!!!!


MEDAN, 08 OCTOBER 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar